Setiap Jumat, Pegawai Pemkab Lotim Wajib Gunakan Kain Tenun

Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy, meninjau langsung kualitas kain tenun Pringgasela pada salah satu pameran belum lama ini. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Sukiman Azmy, MM, kembali mengeluarkan kebijakan penggunaan pakaian tenun lokal untuk pegawai lingkup Pemkab Lotim. Penggunaan kain tenun ini akan dimulai Jumat pekan depan.

“Saya sudah tandatangani edarannya. Setiap hari Jumat pejabat maupun pegawai lingkup Pemkab Lotim menggunakan pakaian tenun Pringgasela, Kembang Kerang, Maringkik, dan Sembalun,” jelasnya, Sabtu, 29 Desember 2018.

Iklan

Diakuinya, saat ini yang masih aktif dan berkembang yaitu kain tenun Pringgasela. Untuk di Kembang Kerang masih seperti biasa yang dimungkinkan gaungnya kurang maksimal, sementara untuk di Pulau Maringkik masih ada, namun tidak se-produktif dahulu.

Untuk itu, ke depan beberapa sentra kerajinan yang merupakan salah satu potensi Lotim untuk dibesarkan dengan diawali penggunaan kain tenun sebagai pakaian para pejabat dan pegawai lingkup Setdakab Lotim.

Bupati sangat mengapresiasi perkembangan yang dilakukan oleh para pengrajin kain tenun. Semula menggunakan bahan-bahan yang menghasilkan kualitas kain tenun yang keras dan begitu tebal, namun saat ini kualitasnya cukup bagus, sehingga mampu bersaing dan memberikan kenyamanan terhadap konsumen.

Selain itu, alat-alat yang digunakan juga mengalami kemajuan baik sumbangan dari Bank Indonesia (BI) dan lainnya dengan tidak menghilangkan keaslian dari alat-alat yang dipergunakan oleh para pengrajin/penenun. Misalnya, pemberian Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Sehingga masa kerja 10 hari untuk membuat satu buah kain, dapat terselesaikan menjadi 10 sampai 12 jam. Penggunaan kain tenun ini yang akan dijadikan pakaian pejabat dan pegawai lingkup Setdakab Lotim nantinya untuk motif dibebaskan. Namun tidak diperbolehkan membeli dari luar daerah Provinsi NTB. (yon)