Setahun Kabur, Buron Maling Bersenjata Tajam Ditembak

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kanan) Selasa, 22 Desember 2020 meginterogasi tersangka HZ, buronan kasus pencurian yang kabur ke Jawa dan Bali selama satu tahun dan ditangkap akhir pekan lalu.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Residivis yang sudah dua kali langganan penjara, HZ alias PT (23) akhirnya menyerah. Pria asal Gunungsari, Lombok Barat ini bahkan sampai harus ditembak. Buron kasus pencurian ponsel ini melawan dengan belati. Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, kasus HZ pada tahun 2019 lalu sudah tinggal dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. “Tapi dia kabur saat akan dilakukan pelimpahan tahap dua,” ujarnya, Selasa, 22 Desember 2020.

HZ melenggang sampai ke Jawa. Tidak betah di sana, HZ menuju Bali. Pria ini bekerja serabutan. Mudah baginya menjadi buruh bangunan. “Melarikan diri hampir setahun,” kata Kadek Adi. HZ merupakan tersangka pencurian ponsel di BTN Belencong, Midang, Gunungsari, Lombok Barat. HZ diduga beraksi pada malam hari 27 Januari 2019. Modusnya, tersangka ini menerobos masuk sebuah tempat pencucian pakaian. Kemudian mengacungkan belatinya demi mengambil ponsel dan uang tunai Rp500 ribu.

HZ kemudian terpantau pada Sabtu, 21 Desember 2020 setelah setahun lalu lolos dari tangkapan Polsek Gunungsari. Dia baru pulang dari perantauan gelapnya dengan menyewa indekos di kawasan Dayan Peken, Ampenan, Mataram. “Pada saat ditangkap itu dia menggunakan belati yang memang selalu dia bawa. Agar tidak mencelakakan petugas, maka dia kita lumpuhkan,” sebut Kadek Adi. HZ mendapat perawatan medis pada betis kanannya yang terkena luka tembak.

Belati bagi HZ bukan barang baru. Belati sepanjang 10 cm ini selalu menemaninya ke mana-mana. Selain karena memang dipersiapkan untuk membela diri. “Dia sering buat ulah kalau lagi mabuk-mabukkan,” ungkap Kadek Adi. Kebiasannya menenggak miras itu juga yang menggantarkan HZ ke penjara pada 2016 silam. HZ divonis 1 tahun 6 bulan penjara karena menganiaya orang lain. Dipicu pertengkaran sesama pria mabuk.

“Dia menggunakan belati itu untuk mengancam orang lain. Motifnya dia selalu membawa belati katanya untuk membela diri,” tandas Kadek Adi. HZ tidak hanya dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Tetapi juga disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 UU Darurat tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajamnya. (why)