Setahun, Jumlah Pengangguran di NTB Bertambah 10.040 Orang

Mataram (suarantb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, secara absolut, jumlah pengangguran di NTB pada Februari 2017 sekitar 97.220 orang. Bertambah sebanyak 200 orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016, atau bertambah sekitar 10.040 orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2016.

Namun demikian, secara umum keadaan ketenagakerjaan di NTB pada Februari 2017 menunjukkan adanya peningkatan pada tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) jika dibandingkan dengan kondisi Agustus dan Februari 2016.

Iklan

Kepala Seksi Statistik Kependudukan BPS NTB, Indra Dewi, SST mengatakan jumlah angkatan kerja pada Februari 2017 sekitar 2.520.670 orang, naik sekitar 56.340 orang dibanding keadaan Agustus 2016. Jika dibandingkan dengan keadaan setahun yang lalu (Februari 2016), angkatan kerja bertambah sekitar 138.050 orang.

”Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari2017 sekitar 2.423.450 orang, bertambah sekitar 56.140 orang dibanding keadaanAgustus 2016, atau bertambah sekitar 128.010 orang dibandingkan keadaan Februari 2016,” katanya dalam kegiatan rilis BPS hari ini, Jum’at, 5 Mei 2017.

Secara persentase, tingkat pengangguran pada bulan Februari 2017 mengalami penurunan sekitar 0,08 poin persen dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016. Sementara, jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2016, tingkat pengangguran mengalami kenaikan sekitar 0,2 poin persen.

Menurut Indra Dewi, terkait struktur lapangan pekerjaan, hingga Februari 2017 tidak mengalami perubahan, dimana Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan,dan Sektor Industri secara berurutan masihmenjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Nusa Tenggara Barat.

Ia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan pendidikan rendah (SMP kebawah) yaitu sekitar 1.603.710 orang (66,17 persen). “Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sekitar 245.270 orang mencakup 49.150 orang (2,03 persen) berpendidikan diploma dan sekitar 196.120 orang (8,09 persen) berpendidikan universitas,” tandasnya. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here