Sesuaikan Kondisi, Pihak Sekolah Kombinasikan Mode Ujian Sekolah

0
Suasana pelaksanaan ujian sekolah utama di SMAN 3 Mataram, pada Selasa, 16 Maret 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Sejumlah SMA mengombinasikan mode ujian sekolah yang dimulai Senin, 15 Maret 2021. Ada sekolah yang memilih melaksanakan ujian sekolah mode teknologi informasi, mode kertas dan mengombinasikan kedua mode tersebut.

Salah satu sekolah yang mengombinasikan mode teknologi informasi dan mode kertas yaitu SMAN 3 Mataram. Wakil Kepala SMAN 3 Mataram, Bidang kurikulum, Faizin pada Selasa, 16 Maret 2021 menyampaikan, ujian sekolah dimulai Selasa,16 Maret 2021 dilaksanakan berbasis kertas untuk soal uraian dan teknologi informasi untuk soal pilihan ganda. “Kami menggunakan tiga sistem sekaligus yakni blocking, shifting, dan sliding,” jelasnya.

IKLAN

Ia menyebutkan, jumlah peserta ujian sekolah sebanyak 410 orang menggunakan dua sif, setiap sif diikuti oleh kurang dari 250 siswa. Sif satu dimulai pukul 07.30 Wita dan sif dua dimulai pukul 08.30 Wita. “Setiap sif ada dua mata pelajaran. Setiap hari, pelaksanaan ujian sekolah berakhir pukul 12.00 Wita. Untuk hari pertama dua siswa sakit, dan dua siswa izin. Pelaksanaan ujian sekolah berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 4 Mataram, Jauhari Khalid menyampaikan, pihaknya melaksanakan ujian semester berbasis kertas. Dua mata pelajaran per hari, ujian semester dimulai pukul 7.30 sampai dengan 11.00 Wita. Ia menyebutkan, siswa kelas XII sebanyak 251 orang “Alhandulillah, berjalan lancar,” ujarnya.

Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto menyampaikan, ujian sekolah utama pada hari kedua berjalan baik, menurutnya hampir tidak ada kendala berarti.  Ia menyampaikan, sebagian sekolah memulai ujian sekolah sejak Senin, 15 Maret 2021, tetapi ada juga sekolah yang memulai ujian sekolah pada Selasa, 16 Maret 2021. “Kami berikan mereka keleluasaan untuk memulai dan mengakhiri ujian,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya memberikan fleksibilitas sekolah dalam memilih mode ujian. Sekolah bisa memilih pola daring, luring, atau semi daring sesuai kondisi sekolah. Sekolah juga dapat memilih menggunakan media komputer, tablet, bahkan android untuk mengerjakan soal-soal.

“Bahkan jumlah soal dan durasi pelaksanaan ujian sekolah juga bervariasi. Jumlah soal maksimal 40 dengan maksimal waktu 90 menit. Jumlah soal boleh kurang dari itu, termasuk waktu juga boleh kurang dari 90 menit. Barangkali fleksibilitas inilah yang mungkin cukup memudahkan sekolah,” jelas Purni. (ron)