Sesar Turun Gunung Rinjani Picu Gempa M=5,4 dan M=5,1 Lombok

Aktivitas Pendakian Rinjani (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Dua gempa bumi tektonik magnitudo M=5,4 dan M=5,1 mengguncang Pulau Lombok Minggu, 17 Maret 2019 siang. Gempa dengan episenter 20 km di utara Selong, Lombok Timur ini dipicu sesar turun di sekitar Gunung Rinjani. Berbeda dengan serial gempa dari sesar Flores yang mendera Lombok pada Agustus 2018 lalu.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dr Daryono menjelaskan, gempa yang terjadi berurutan pukul 14.07 Wita dan 14.09 Wita ini termasuk gempa dangkal dengan kedalaman 10 km.

Iklan

“Aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Mekanismenya ini turun akibat penyesaran lokal. Bukan akibat sesar naik Flores,” jelasnya menjawab Suara NTB, Minggu, 17 Maret 2019.

Dia menambahkan gempa tersebut terjadi akibat mekanisme akibat gaya-gaya lokal di sekitar Gunung Rinjani. Episenter gempa bumi berada di darat tetapi tidak memicu tsunami. “Ada potensi merusak,” sebut Wakil Presiden Himpunan Ahli Geologi Indonesia (HAGI) ini.

Gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di Lombok Utara, skala III-IV Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram; skala III-IV di Karangasem Bali; skala III di Denpasar dan Kuta Bali. Sampai pukul 16.00 Wita, telah terjadi tujuh kali gempa susulan. (why)