Sesalkan Larangan Mudik, Organda Minta Toleransi Waktu

Muchsin Hamed. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bima, menyesalkan keputusan pemerintah terkait larangan mudik lebaran. Keputusan tersebut dinilai membebani pengusaha jasa transportasi, apalagi di tengah minimnya pendapatan selama pandemi Covid-19. Mereka meminta toleransi agar waktu penutupan akses pelabuhan penyeberangan diundur.

Ketua DPC Organda Kota Bima, Muchsin Hamed kepada Suara NTB, Kamis, 6 Mei 2021 mengaku kecewa atas keputusan pemerintah pusat dan provinsi soal larangan mudik lebaran. Berbagai upaya sudah dilakukan, namun tidak menemukan jalan keluar bagi pengusaha jasa transportasi. “Keputusan menutup akses transportasi ini berat sekali, tidak ada kebijakan sedikitpun untuk pengusaha. Kami sudah berbuat tetapi buntu semua,” ungkapnya.

Iklan

Dengan diputuskannya kebijakan itu, Muchsin Hamed memastikan, mulai hari ini (6 Mei 2021) tidak ada lagi keberangkatan penumpang menggunakan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Ini sesuai Surat Edaran (SE) dari Menteri Perhubungan (Menhub). Sementara untuk AKDP, kemungkinan besar Tanggal 7 Mei sudah berhenti operasi, karena pada hari berikutnya akses pelabuhan ditutup.

Dalam surat edaran kementerian yang disusul Pemprov NTB beberapa waktu lalu, terdapat pengecualian bagi kendaraan umum non mudik. Namun tak dijelaskan rinci mana kendaraan dimaksud. “Kendaraan non mudik dimaksud mungkin dari Kota Bima ke Dompu atau Sumbawa. Tapi itukan belum ada penjelasan detail dari pemerintah,” ujarnya.

Prinsipnya, Organda Kota Bima menyesalkan keputusan yang telah diambil pemerintah soal larang mudik. Namun demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak lantaran khawatir dianggap melanggar hukum.

Sementara ini mereka masih menunggu keajaiban, minimal ada tolerasi untuk mengundur waktu penutupan akses pelabuhan penyebrangan. Kalaupun dirasa berat, mengingat mudik lebaran menjadi momen tahunan yang sangat dinantikan para pengusaha jasa transportasi, mestinya ada bantuan dari pemerintah agar para pekerja bisa meringankan beban perekonomian keluarga. “Mungkin dengan itu supir dan pengusaha di daerah kita ini bisa sedikit terbantu,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional