Sertu Kom Achmad Faisal, Korban KRI Nanggala 402 Titip Dompet untuk Istri

Dompet yang dititipkan Sertu Kom Achmad Faisal, korban tenggelamnya KRI Nanggala 402 di Perairan Bali, Selasa, 27 April 2021. (Suara NTB/Auliana Marida)

SENIN 19 April 2021, menjadi pertemuan terakhir Auliana Marida dengan sang suami, Sertu Kom Achmad Faisal. Ia salah seorang dari 53 prajurit terbaik TNI AL yang dinyatakan gugur dalam musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali.

Kepada Suara NTB, Selasa, 27 April 2021 via telepon selelur, Auliana sapaan akrab perempuan asal Kelurahan Pane Kota Bima, mengisahkan akhir pertemuannya dengan sang suami. Hari itu tak ada ungkapan atau pesan penting. Achmad Faisal, berangkat berlayar untuk latihan menembak torpedo layaknya hari kerja biasa. ‘’Ia pamit layar seperti biasa, berangkat pagi jam tujuh dari rumah,’’ ujarnya.

Iklan

Pamit berlayar seperti biasa, membuat sang istri tidak menaruh cemas. Bahkan tak ada firasat ganjil yang dirasakan ibu satu orang anak ini. Namun diakuinya bahwa suaminya, Achmad Faisal, bersikap tak biasa. Mungkin itu menjadi yang pertama dan terakhir kali buat sang istri serta buah hatinya, Adnan Zaydan Abdillah. Ia menitipkan dompet berikut PIN kartu ATM lewat rekan satu divisi di Angkatan Laut (AL).

Dompet yang diterimanya Senin 26 April malam kemarin, lanjut Auliana Marida, berisikan kartu ATM, foto kebersamaan mereka serta lembaran surat cinta yang terkumpul rapi sejak mengawali hubungan asmara tahun 2015 silam.

‘’Saya sama adik ipar kaget begitu dapat titipan dompet sekaligus PIN kartu ATM. Selama ini dia tidak pernah seperti itu. Saat saya tanya adakah pesan lain? Temannya menjawab tidak berpesan apa-apa,’’ ujarnya.

Ada hal lain yang juga mengagetkan Auliana Marida. Ia baru mengetahui ternyata suami yang selama ini dikenalnya penyabar, bertanggung jawab dan taat beribadah menjadi salah satu donatur tetap pada dua panti asuhan di Pekalongan. Aulia baru mengetahuinya setelah ada ucapan belasungkawa dari pihak pengelola panti asuhan.

Sebagai kepala bagian torpedo, Achmad Faisal sulit meninggalkan kegiatan layar dari KRI Nanggala 402. Ia harus selalu berada di samping anggotanya sesama prajurit di angkatan laut.
Bagi Auliana Marida, ini kenyataan pahit yang harus ditanggungnya bersama buah hati dari pernikahannya tahun 2018. Achmad Faisal tak sendiri, ia berangkat menuju pangkuan illahi dalam sahid bersama 52 prajurit terbaik TNI AL.

‘’Sekarang kalau memang dia sudah tiada, tidak lagi merasakan sakit dan gelap. Tapi saya sangat ingin jasadnya masih bisa pulang ke rumah,’’ harapnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional