Sertifikat CHSE, Garansi Operasional Usaha Pariwisata di Masa Pandemi

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyerahkan sertifikat CHSE kepada tujuh pengelola usaha pariwisata, Jumat, 14 Agustus 2020. (Suara NTB/humassetdantb)

Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah pandemi, Pemprov NTB terus melakukan upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19 serta menggeliatkan sektor pariwisata. Untuk mendukung hal itu, pemerintah mengeluarkan sertifikat Clean, Healthy, Safety, Environment (CHSE) bagi pegiat usaha dan pariwisata.

Bagi pegiat usaha dan pariwisata yang menerapkan protokol kesehatan maka akan diberikan sertifikat CHSE, serta bagi pegiat usaha dan pariwisata yang tidak memiliki sertifikat CHSE, maka tidak diperbolehkan beroperasi.

Iklan

‘’Mari kita sungguh-sungguh serius, untuk betul-betul menegakkan protokol Covid-19 dan tentunya clean, healthy, safety  environment, untuk aktivitas pariwisata di segala bidang ini harus kita wujudkan. Tadi disampaikan Pak Kadis, tanpa pakai CHSE tidak akan bisa buka. Kalau mau buka maka urus CHSE-nya,’’ ujar Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membuka acara simulasi protokol Covid-19 untuk jasa usaha dan destinasi wisata, di Taman Narmada, Jumat, 14 Agustus 2020.

Wagub meminta pegiat usaha dan pariwisata untuk berkomitmen dan bersama melakukan persiapan degan sebaik – baiknya, agar seluruh tempat di NTB, baik itu transportasi, restoran, hotel, destinasi wisata, semuanya bersertifikat CHSE. Wagub juga menekankan bahwa sertifikat ini, dapat sewaktu waktu dicabut, apabila pihak yang bersangkutan, longgar dalam penerapan protokol Covid-19.

‘’Ini adalah langkah awal kita untuk seterusnya. Kita konsisten, tidak ada ruginya kita usaha. Effort yang luar biasa di awal tetapi investasi di kemudian hari. Ini yang saya harapkan, pasti juga itu harapan Bapak Bupati dan tentu juga kita semua ingin hidup normal, dalam nurut tatanan baru dengan menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan kebersihan kita. Mari kita perjuangkan bersama,’’ ajaknya.

Dalam momen itu, Wagub menyerahkan secara langsung sertifikat CHSE kepada tujuh jasa usaha dan destinasi wisata yang didominasi dari Kabupaten Lombok Barat. Karena itu, Wagub memberi apresiasi kepada Kabupaten Lombok Barat dalam penerapan protokol Covid-19. ‘’Selamat untuk yang mendapatkan CHSE. Ini berarti memang serius, ingin kembali hidup normal,’’ ujarnya.

Apapun besarnya tantangan dan hambatan itu, lanjut Wagub, tidak boleh menyurutkan semangat kita untuk membangun, justru masalah-masalah dan tantangan-tantangan itu, kita ubah menjadi kesempatan.

‘’Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari musibah yang kita alami. Memang kita harus mundur sedikit, kita harus susah-susah dulu. Kita harus kerja dua kali lipat dari pada kondisi normal. Tapi percayalah itu investasi kita untuk masa depan kita. Investasi untuk berikutnya lagi dengan pandemi ini, kita diajarkan bahwa kesehatan itu hal yang utama,’’ ujarnya.

Lebih jauh kata Rohmi, hidup aman dan produktif adalah pilihan yang diambil oleh Pemprov. Aman dan produktif yakni, beraktivitas dengan menerapkan protokol Covid-19. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Akan tetapi dengan kontribusi dari masyarakat dan segala pihak maka mewujudkan hal ini akan lebih mudah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengungkapkan bahwa Pemprov tegas dan perhatian terkait penerapan protokol kesehatan. ‘’Ibu Wagub begitu tegas dan perhatian terkait dengan bagaimana kita harus tegak lurus dalam menegakkan protokol Covid-19 ini. Tentunya hal ini dilakukan bukan hanya untuk beliau tetapi untuk masyarakat NTB,’’ ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata Provinsi NTB selalu memberikan dukungan untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 selalu ditegakkan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H.Lalu Moh Faozal, S.Sos,M.Si mengatakan, tujuan dari pemberian sertifikat CHSE ini, untuk menciptakan penyelengaraan kegiatan pemerintah pelayanan publik dan usaha industri pariwisata yang menaati protokol Covid di masa new normal. Kemudian meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan pencegah penyebaran Covid-19 dan memastikan tidak terjadinya kasus baru Covid-19. Kemudian memulihkan akses kehidupan sosial ekonomi untuk mengurangi dampak psikologis terhadap masyarakat.

Disebutkan bahwa Kabupaten Lombok Barat merupakan penerima sertifikat terbanyak. Terdapat 150 destinasi wisata yang sudah disiapkan untuk menerima sertifikasi yang akan dilakukan secara bertahap. ‘’Teman-teman banyak yang meminta untuk diberikan sertifikat. Karena jika tidak ada sertifikat maka tidak bisa operasional. Artinya ini hal yang harus segera kita lakukan untuk pemulihan industri parisiwata,’’ katanya.

Sementara itu, pengelola Taman Narmada, Kamaruddin, mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Pemprov NTB. Dengan adanya sertifikat CHSE itu, merupakan modal serta kekuatan bagi jasa usaha dan destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19.

‘’Ketika kami dapatkan ini, maka pengunjung tidak ragu ke Taman Narmada. Karena semua sudah kita siapkan,’’  ujarnya.

Dengan sertifikat CHSE ini, dinilai sangat tepat dan pihaknya berkomitmen menerapkan protokol Covid-19 di destinasi yang dikelolanya. ‘’Saya pikir ini langkah yang sangat tepat. Tinggal kami sekarang tindak lanjuti. Jadi setelah ini, adalah tugas dan tanggung jawab kami untuk melanjutkan amanah Pemerintah Provinsi,’’ ujarnya.(her)