Sering Tergerus, Jalan ke Desa Talonang Butuh Penanganan

Nampak jalan penghubung ke Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang yang rusak dan butuh penanganan khusus dari pemerintah daerah.(Suara NTB/ist camat Sekongkang)

Taliwang (Suara NTB) – Masyarakat Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang mengeluhkan kondisi jalan yang belum tertangani secara maksimal di wilayah setempat. Pasalnya, hampir 80 persen jalan menuju desa paling ujung Sumbawa Barat tersebut rawan terjadi longsor dan amblas sehingga berakibat terganggunya akses masyarakat.

Camat Sekongkang, Syarifuddin kepada Suara NTB, Senin, 24 Februari 2020 mengatakan, memang untuk jalur menuju ke desa Talonang selalu saja bermasalah jika terjadi hujan baik itu tanah longsor maupun jalan yang amblas.

Iklan

Bahkan hujan yang terjadi hari Minggu kemarin, mengakibatkan jalan penghubung tersebut tergerus air sehingga akses masyarakat menjadi terganggu. Bukan kali ini saja lokasi itu terjadi bencana di tahun 2019 lalu mengakibatkan 2000 kepala keluarga (KK) di tiga desa menjadi terisolir karena jalan yang biasa digunakan masyarakat ambles.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemerintah bisa memberikan atensi khusus terhadap persoalan jalan menuju wilayah Talonang tersebut. Sehingga bencana yang kiranya terjadi pada saat musim penghujan bisa diminimalisir dan akses masyarakat tidak lagi terganggu.

Selain persoalan jalan yang rawan ambles, pihaknya juga berharap supaya lampu penerangan jalan umum (PJU) bisa dimaksimalkan kembali karena sudah ada beberapa kejadian perampokan dan kecelakaan yang terjadi disepanjang jalan menuju Talonang lantaran kondisi jalan yang gelap.

“Kami sangat berharap supaya penanganan terhadap jalan di wilayah selatan bisa diberikan atensi khusus. Karena jika terjadi tanah longsor dan bencana lainnya masyarakat kami yang paling merasakan dampak,” ungkapnya.

Dikatakannya, khusus untuk penanganan terhadap jalan yang tergerus pasca terjadi hujan kemarin, pihaknya sudah melaporkan masalah ini secara resmi ke Kabupaten untuk bisa segera disikapi. Selain pemerintah, pihaknya juga sudah menyampaikan persoalan itu ke manajemen PT AMNT dengan harapan bisa diperbaiki dan akses masyarakat tidak terganggu. Karena akibat jalan yang rusak tersebut, berdasarkan hasil laporan dari kades setempat bus yang biasanya melayani rute Talonang-Mataram tidak bisa melintas dan terpaksa menurunkan penumpangnya di lokasi itu.

Jika tetap saja dipaksakan dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena masalah ini rutin terjadi pada saat hujan melanda wilayah selatan, maka penanganan yang dilakukan harus secara khusus tidak hanya perbaikan bahu jalannya saja. Tetapi tebing yang ada di pinggir jalan diharapkan untuk bisa di pasang bronjong sebagai penahan tanah yang akan menutupi bahu jalan.

Selain itu perlunya pembuatan parit kecil di sepanjang jalan yang akan ditangani juga harus dilakukan guna meminimalisr tanah yang amblas akibat terbawa air. Jika penanganan bisa dilakukan secara maksimal, maka bencana tahunan yang selalu terjadi di setiap musim hujan melanda wilayah setempat bisa diminimalisir.

“Untuk penanganan jalan yang rusak saat ini kami sudah melaporkannya secara resmi ke Pemkab dan PT AMNT dengan harapan bisa segera diperbaiki. Jika tidak, maka akses masyarakat menuju Talonang akan tetap terganggu,” pungkasnya. (ils)