Serinata Prihatin Kondisi Golkar NTB Pascamusda

H. Lalu Serinata. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Meski Musda DPD Golkar NTB telah usai dan melahirkan Ketua baru, H. Mohan Roliskana. Akan tetapi konflik internal pascamusda belum sepenuhnya reda. Jika tak segera ditangani hal itu bisa memicu letupan konflik yang jauh lebih besar.

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan tokoh sesepuh Partai Golkar NTB. Salah satunya yakni H. Lalu Serinata. “Saya memang selain senang, karena (Musda) sudah selesai. Artinya (Musda) inikan sudah tertunda lama, maju mundur maju mundur terus, nah sekarang sudah selesai. Tapi saya sebagai orang Golkar yang mengamati dari luar, terus terang saya prihatin,” ungkapnya, Sabtu, 6 Maret 2021.

Iklan

Hal yang membuat Gubernur NTB periode 2003-2008 itu sangat prihatin dengan Partai Golkar saat ini karena mekanisme pemilihan Ketua DPD pada Musda pekan lalu, yang dinilainya DPP partai Golkar terlalu memaksakan kehendak, dan mengabaikan aspirasi kader di bawah.

“Keprihatinan saya ini karena ada keterpaksaan, ada pemaksaan mengenai ketua yang harus diaklamasikan. Sebenarnya tidak perlu kita paksakan harus aklamasi, tidak ada dalam AD/ART harus aklamasi, apalagi dalam tanda petik ada keterpaksaan dari DPD II untuk melakukan itu,” ungkapnya.

Serinata menyebutkan langkah DPP Golkar yang memaksakan kehendak kepada pengurus di daerah telah membuka ruang Konflik yang potensi memicu perpecahan di internal Golkar NTB dan muaranya bisa merugikan Partai Golkar sendiri.

“Ini sudah ada bibit keretakan, kalau tidak di kelola dengan baik, tidak dipelihara, tidak dirawat, dia akan jadi pecah. Ini yang saya lihat. Tapi mudah-mudahan ada upaya-upaya untuk itu, untuk merawat, jangan sampai keretakan-keretakan itu menjadi pecahnya gelas,” katanya.

Serinata kurang sepakat dengan cara DPP Golkar dalam membina kadernya di NTB. DPP seharusnya menjadi jambatan yang menghubungkan perbedaan-perbedaan yang terjadi antar kader Golkar NTB, sehingga kepentingan semua kader bisa terakomodir, tanpa harus ada yang merasa disingkirkan.

“Jangan yang satunya diangkat, satunya lagi ditendang. Kalau ini masuk ke dalam hati kemudian menjadi satu kekuatan yang mengecewakan dia, ini bahaya bagi Golkar. Jangan sampai ini jadi dendam (politik), tapi mudah-mudahan teman-teman bisa memaklumi seperti itu,” katanya. (ndi)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional