Seribu Hektar Lahan Gratis Bibit Tebu

Areal tebu milik PT. SMS untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mendukung penguatan bahan baku pabrik gula PT. Sukses Mantap Sejahera (PT. SMS) di Kabupaten Dompu agar tetap eksis berproduksi. Untuk tahun 2020 ini, kepada petani disiapkan bibit tebu unggulan untuk seluas seribu hektar lahan milik petani.

Dalam beberapa waktu terakhir, operasional pabrik gula terkendala ketersediaan bahan baku tebu. Kapasitas produksi pabrik tak sebanding dengan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan. Akibatnya, pabrik harus mengimpor gula mentah agar pabrik tak mandek. Salah satu persoalan minimnya semangat bertani tebu adalah harga pembelian yang ditawarkan oleh PT. SMS cukup rendah. Rp380/Kg tebu. Didalamnya termasuk ongkos potong tebu dan ongkos angkut ke pabrik. Sehingga petani lebih memilih menanam jagung yang lebih menjanjikan.

Iklan

“Saya sudah minta kepada perusahaan. harga bersih pembelian tebunya harus Rp400/Kg. diluar ongkos tebang dan ongkos angkut. Sudah diterapkan sama PT. SMS, boleh dicek,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si. Dalam satu hektar, produksi tebu bisa menghasilkan minimal 70 ton. Bahkan bisa mencapai 100 ton. Jika dihitung dengan harga pembelian Rp400/Kg, maka dalam sehektar nilai yang dihasilkan petani bisa mencapai Rp28 juta. Jika dibandingkan dengan jagung, sehektarnya menghasilkan 6,7 ton. Dikalikan dengan harga Rp3.150/Kg, maka sehektarnya menghasilkan Rp24 juta. “Sekarang petani sudah mulai senang menanam tebu dari pada jagung,” sebut kepala dinas.

H. Husnul mengemukakan soal eksistensi pabrik gula PT. SMS yang sempat diinformasikan berencana menutup pabrik akibat minimnya ketersediaan bahan baku (tebu) di dalam daerah. Bahwa secara nasional Indonesia membutuhkan 5 juta ton gula secara nasional setahun. Sementara hasil produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 2,5 juta ton. Sementara Indonesia bagian timur membutuhkan gula sebanyak 750.000 ton setahun.

Salah satu solusinya adalah membuat 10 pabrik gula di bagian timur, pada tahun 2014 lalu. Terealisasilah pabrik gula, salah satunya yang dibangun PT. SMS di Dompu. Kapasitas pabrik gula yang beroperasi murni tahun 2017 ini, untuk HGU (Hak Guna Usaha)nya 5.700 hektar tidak tertanami seluruhnya. 2.300 hektar di dalamnya adalah lahan masyarakat. Sementara dalam sehari, pabrik ditargetkan menggiling 5.000 ton tebu/hari untuk menghasilkan 750.000 ton gula setahun. PT. SMS bahkan mampu menghasilkan gula 150.000 ton setahun.

“Target 5.000 ton giling sehari ini tentu berat, karena minimal perusahaan harus menguasai 10.000 hektar lahan. Bagaimana caranya mendapatkan 10.000 hektar, yang saat ini dikuasai hanya 3.400 hektar dari 5.700 hekrar itu. Artinya, ada kekurangan 6.600 hektar lagi yang harus dipenuhi,” papar kepala dinas. Karena itulah, PT. SMS harus bermitra dengan petani setempat untuk penanaman tebu. Disinilah pemerintah hadir untuk memberikan bansos kepada petani di luar HGU PT. SMS. Sejak 2014 pemerintah membantu penyediaan bibit dan pupuk.

Namun tidak jarang tak terpenuhi CPCL (Calon Petani Calon Lahan)-nya. tahun 2019 disiapkan bibit tebu dan pupuk untuk 2.000 hektar. Hanya 500 hektar yang terpenuhi. Sisa anggarannya kembali ke pusat. Tahun ini ada 1000 hektar yang disiapkan pemerintah. Gratis bibit tebu dan pupuk. Saat ini sedang proses CPCL. (bul)