Seribu Hektar Calon Lahan Budidaya Udang Estate “Clear”

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany bersama Kepala Dinas Kelautan Perikanan NTB, Muslim saat mendampingi Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda Adin Nuawaludin meninjau lokasi shrimp estate.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kebutuhan lahan untuk budidaya udang estate (shrimp estate) di Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa seluas seribu hektar dipastikan clear. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST, M.Si. Ia baru saja kembali dari mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda Adin Nuawaludin ke Moyo Utara.

Dalam kunjungan ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, beserta Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Dewi Noviany. Kepada Suara NTB, Selasa, 21 September 2021, Muslim menjelaskan, kedatangan Dirjen tersebut dalam rangka untuk memastikan kondisi lapangan untuk membuat skenario pengawasannya. Semua lintas eselon I di KKP sudah berkunjung ke calon lokasi.

Iklan

Muslim menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda Adin Nuawaludin berkesan soal lokasi calon kawasan budidaya udang berskala besar ini sudah cukup bagus dan sesuai. Demikian juga kesesuaian perairan, dan dukungan masyarakat setempat. “Alhamdulillah, sudah aman dari beberapa aspek,” ujarnya.

Muslim juga menyebut kesiapannya mengeksekusi program KKP senilai trilunan itu. Saat ini masih dalam penyesuaian tata ruang. Lahan Pemda seluas 500 hektar, ditambah lahan konvensasi seluas 600 hektar. Sehingga total lahan tersedia sudah melampaui kebutuhan sampai 1.100 hektar. Diketahui, KKP telah memilih Provinsi NTB sebagai pusat budidaya nasional udang dan lobster. Hampir Rp5 triliun nilai anggaran yang akan disiapkan negara untuk mewujudkan shrimp estate dan lobster estate ini.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berhasil melobi Menteri Kelautan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Kedepan, NTB akan menjadi pusat budidaya dan produksi udang dan lobster terbesar di Indonesia. Untuk shrimp estate, ditetapkan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa sebagai lokasinya. Shrimp estate adalah program besar yang ingin diwujudkan Indonesia bahkan sudah masuk dalam rencana menengah nasional. Menjadi program prioritas nasional untuk menggerakkan perekonomian. KKP akan menyiapkan anggaran senilai Rp4 triliun untuk mewujudkannya.

Dana sebesar Rp4 triliun ini nantinya dikelola langsung oleh pemerintah pusat (KKP) untuk membangun infrastruktur dan sarana prasarana dari tambak, pabrik pakan, jalan-jalan dalam kawasan, hingga pabrik pengemasannya. Lahan seluas seribu hektar di Moyo Utara ini, lanjut Muslim, adalah lahan milik warga yang nantinya akan diserahkan kepada pemerintah untuk dimanfaatkan.

Skema kerjasamanya, pemilik lahan akan mendapatkan bagian dari keuntungan bisnisnya. Berapa persentase keuntungan pemilik lahan, Muslim juga mengatakan akan dikerucutkan nantinya. Selain mendapatkan keuntungan langsung, pemilik lahan dan masyarakat setempat juga akan dilibatkan langsung dalam tata kelola shrimp estate ini. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional