Seratus Warga Mataram Meninggal akibat Covid-19

I Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penerapan protokol kesehatan (prokes) serta vaksinasi perlu direspon bijak oleh masyarakat di tengah pandemi seperti saat ini. Dua cara pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona sangat efektif. Jumlah pasien terpapar serta angka kematian terus bertambah.

Berdasarkan data angka kematian pasien Covid-19 di Mataram mencapai 6,2 persen. Persentase kematian ini lebih tinggi dibandingkan rata – rata nasional serta provinsi. Sementara, tingkat kesembuhan mencapai 80 persen lebih.

Iklan

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa mengakui kasus kematian di Mataram lebih tinggi dibandingkan rata – rata nasional yang berada di angka sekitar 4 persen. Pasien yang meninggal bertambah menjadi seratus orang. Rata – rata pasien positif yang meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbit. “Baru tadi malam sekitar pukul 01.00 Wita. Satu pasien dari Rembiga meninggal dunia karena Covid-19 di rumah sakit HK. Penambahan satu kasus sehingga totalnya 100 orang meninggal, ” kata Nyoman ditemui Selasa, 19 Januari 2021.

Kasus kematian maupun jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sebenarnya sama atau tidak jauh berbeda dari angka tahun 2019 lalu. Secara kebetulan pandemi Covid-19 sehingga terlihat berbeda. Untuk menekan kasus kematian kata Nyoman, masyarakat diminta meningkatkan kualitas kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi. Dua hal ini dinilai efektif meningkatkan imunitas untuk menghindari risiko terpapar virus corona. “Apalagi orang lanjut usia dengan risiko tinggi harus benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Salah satu penyebab tren peningkatan kasus ini adalah pelaku perjalanan. Pasien terpapar merupakan klaster perkantoran. Penambahan itu perlu diantisipasi dan tidak menyerahkan sepenuhnya ke masyarakat. Perubahan paradigma masyarakat yang berusaha menormalkan diri justru menjadi tantangan. Di satu sisi, pemerintah tidak bisa membatasi ruang atau aktivitas ekonomi masyarakat. Tetapi disisi lain, masyarakat juga harus memiliki kesadaran membantu pemerintah mencegah penularan. Salah satunya adalah menerapkan protokol kesehatan itu sendiri. “Masyarakat perlu menyadari bahwa tugas pencegahan dan penanganan tidak saja dibebankan ke pemerintah. Tetapi harus dilakukan secara bersama – sama,” tegasnya. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional