Seratus Lebih Kepsek Diduga Jadi Korban Pungli

Mataram (Suara NTB) – Lebih dari seratus kepala sekolah (kepsek) di Kota Mataram diduga menjadi korban kasus pungutan liar (pungli) oleh salah satu kepala OPD di Kota Mataram. Namun demikian, Kejaksaan Negeri Mataram belum melakukan pemanggilan kepada semua saksi yang diduga menjadi korban.

“Data kepala sekolah (diduga menjadi korban) sudah ada. Jumlahnya ada seratus lebih. Belum semuanya masuk, tapi nanti akan dipanggil untuk berikan keterangan di Kejaksaan,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mataram, Agus Taufiqurrahman, di Mataram, Rabu, 6 Juni 2018.

Iklan

Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap kasus yang melibatkan Su sebagai tersangka. Pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada semua saksi apabila semua data saksi atau korban sudah lengkap.

“Kalau sudah clear semuanya (saksi-saksi) pasti kita panggil. Sekarang kita masih dalami perbuatannya (tersangka),” ujarnya.

Saat ditanya indikasi penambahan tersangka, pihaknya belum dapat memastikan hal itu. Pihaknya akan melihat perkembangan penyidikan yang masih berjalan saat ini. “Itu (penambahan tersangka) nanti, kita lihat perkembangan penyidikannya dulu. Karena itu tidak dapat kita simpulkan saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya Kajari Mataram telah menetapkan tersangka Su melalui surat perintah penyidikan (sprindik) nomor print. 96.a/P2.10/Fd.I/25/2018, diterbitkan tanggal 15 Mei 2018. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah kejaksaan menyelidiki dugaan pungli ke SD dan SMP se Kota Mataram tahun 2017.

Modus pungutan itu dengan meminta uang ke sekolah. Nilainya variatif antara Rp1,5 juta – Rp2,5 juta. Secara akumulasi total dugaan pungli mencapai Rp2 miliar dari 140 sekolah tingkat SD dan 24 sekolah tingkat SMP di Kota Mataram. Kemudian pungutan itu di SPJ-kan. Setelah itu, Kepala Sekolah diminta mengganti melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Spekulasi pungutan tersebut diduga digunakan untuk biaya berobat dan perjalanan dinas. Meski pada akhirnya hal itu disangkal oleh Sekda Kota Mataram Ir. H. Effendi Eko Saswito. Ia menyebut bahwa selama ini perjalanan dinas ditanggung melalui dana APBD Kota Mataram. (lin)