Serapan Keuangan Masih Rendah, Ratusan Miliar Belanja Modal Belum Dieksekusi

Giri Menang (Suara NTB) – Realisasi anggaran (keuangan) Pemda Lombok Barat (Lobar) hingga memasuki triwulan I tahun ini masih jauh dari target. Dari target seharusnya dicapai di atas 25 persen, namun hanya bisa dicapai 20 persen kurang. Kondisi ini terjadi, karena awal tahun SKPD belum melakukan pembayaran proyek fisik, sehingga nanti perkiraan bulan Mei-Juni, barulah terlihat realisasi anggarannya lantaran banyak SKPD membayar termin proyek.

Lambannya realisasi anggaran ini menyebabkan sebagian besar belanja modal dari total Rp 347 miliar Lobar belum dieksekusi. “Realisasi keuangan kurang 20 persen, belum mencapai target karena seharusnya memang di atas itu.” aku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno kepada Suara NTB, Rabu, 12 April 2017.

Iklan

Dijelaskan, total APBD tahun ini mencapai Rp 1.603.198.969.453 dan belanja modal mencapai Rp 347 miliar dan belanja pegawai 743 miliar. Dari total belanja modal ini, sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan fisik melalui proses tender, sisanya melalui penunjukan langsung (PL). Diakuinya, sebagian besar dana belanja modal ini belum dieksekusi, karena realisasi anggaran sendiri masih rendah.

Menurutnya sesuai target triwulan I capaian keuangan seharusnya di atas 20 persen, namun baru bisa dicapai kurang 20 persen. Hasil serapan ini diperoleh dari laporan semua SKPD yang sudah melakukan pembayaran. Serapan anggaran ini, jelasnya, sangat tergantung dari pembayaran kegiatan belanja modal dan fisik di SKPD.

Kondisi ini dimakluminya sering terjadi, karena awal tahun, biasanya SKPD belum banyak membayar proyek fisik, sebab masih mempersiapkan tender. Belanja modal dibayar setelah proyek selesai, kalaupun selesai fisik, namun tidak serta merta juga dibayarkan karena dilihat temin I, II dan III.

Menurutnya serapan anggaran nanti akan melejit pada bulan Mei-Juni. “Awal-awal begini memang seperti itu karena persiapan proyek fisik,” jelasnya.

Terkait pengajuan tender proyek ini, jelasnya, Sekda Lobar melalui Bagian Administrasi Pembangunan sudah mengingatkan kepada semua SKPD segera melaksanakan kegiatan itu. Bahkan bagian pembangunan juga selalu mengingatkan kepada semua SKPD yang memiliki kegiatan fisik segera mengajukan tender ke ULP agar cepat dieksekusi. Pihaknya juga mengimbau agar SKPD segera mempersiapkan rencana dan mengajukan ke ULP untuk ditender.

Dijelaskan lebih jauh proses kegiatan fisik dimulai dari kegiatan perencanaan, proses perencanaan sendiri butuh waktu 2 bulanan baru bisa ditender setelah ada perencanaan. Tender pun, jelasnya, butuh waktu 1 bulan baru bisa dilakukan eksekusi. Setelah berjalan sekian persen maka dibayarkan uang muka dulu 30 persen lalu termin I 30 persen baru ada realisasi keuangannya. Menurutnya dengan diterapkannya tender melalui E Lelang cepat, maka proses lelang akan menjadi cepat. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here