Serapan APBN 2016 di NTB di Bawah 50 Persen

Mataram (suarantb.com) – Serapan APBN tahun 2016 di NTB pada semester I di bawah 50 persen. Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Taukhid, dari target 40,03 persen, capaiannya 40,31 persen. Hal ini disampaikan dalam evaluasi kinerja pelaksanaan APBN 2016 tingkat Provinsi NTB sampai triwulan III di Gedung Graha Bakti Praja, Kamis, 27 Oktober 2016.

“Semester I kita dapat melampaui target 40,03 persen, capaiannya adalah 40,31 persen. Itu luar biasa, karena 2015 hanya 22,44 persen,” jelasnya.

Iklan

Dalam rentang lima tahun terakhir, 2011-2015 serapan APBN di NTB diakui Taukhid sangat rendah. Pada Desember 2015 serapan hanya 26 persen lebih. Pemerintah juga menargetkan pada 2016 hal serupa tidak boleh terjadi. Sehingga pencapaian di awal tahun meningkat, dan itu berhasil diraih.

Memasuki triwulan ketiga, Juli-September serapan APBN 2016 memang menurun. Ada beberapa penyebab seperti adanya self-blocking atau pemblokiran anggaran. Satker sibuk memblokir anggaran dan tidak membelanjakannya.

Libur kerja pada bulan Juli lalu juga dinilai menjadi penyebab. “Itu juga turut mempengaruhi, banyak yang tidak bekerja dengan baik, bekerja dengan melaksanakan anggaran,” tambahnya.

Memasuki Agustus 2016 terjadi perombakan kabinet dan digantinya Menteri Keuangan (Menkeu). Menkeu kemudian mengeluarkan kebijakan pemblokiran anggaran, termasuk penundaan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Masing-masing Satker diminta untuk lakukan self-blocking mandiri, jadi ada proses itu, makanya capaiannya rendah. September juga masih tahap penyelesaian self-blocking-nya itu,” jelas Taukhid.

Serapan anggaran pada triwulan I dan II yang banyak menyerap anggaran, juga dianggap menjadi alasan. Sehingga capaian di triwulan III menurun. Dan di triwulan IV masih ada sisa 27,66 persen yang harus direalisasikan. Memang, jika dibagi jatah tiga bulan, target serapannya kurang dari 10 persen tiap bulannya.

Taukhid berharap di bulan Oktober reses yang dicapai maksimal 10 atau 9 persen. “Sehingga distribusi di November dan Desember bisa lebih flat. Tidak kayak kemarin tinggi sekali, dan saya yakin tidak terjadi seperti kemarin. Mudah-mudahan Desember tidak sampai 20 persen,” ungkapnya.

Menilik hasil serapan APBN semester I ini, Taukhid menilai kinerja Satker di NTB sudah bagus. Bahkan secara keseluruhan bisa dikategorikan disiplin. Karena pencapaian sudah lebih dari target. “Kita akan ajak mereka untuk meningkatkan kinerjanya di 2017,” katanya. (ros)