Serapan APBD NTB 2018 Diprediksi Lebih Rendah

Kepala BPKAD NTB, H.Supran (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Serapan APBD NTB 2018 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun 2017 lalu. Tahun lalu, serapan APBD NTB mencapai 93 persen, namun tahun ini diprediksi antara 90 – 91 persen.

‘’Kalau tahun lalu 93 persen. Sepertinya di bawah itu (tahun ini). Antara 90 persen sampai 91 persen,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Drs. H. Supran, MM dikonfirmasi Suara NTB di Kantor Gubernur, Kamis, 20 Desember 2018 siang.

Iklan

Supran tak menjelaskan, secara detail penyebab rendahnya serapan APBD tahun 2018 dibandingkan 2017. Ia membenarkan serapan anggaran yang diprediksi berada di bawah serapan tahun lalu akibat bencana gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu.

Termasuk  juga akibat  sumber-sumber dana yang dikurangi dari pusat. Meskipun serapan anggaran diprediksi lebih rendah dari tahun sebelumnya, Supran mengatakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tidak akan besar. Malah, ia mengatakan akan lebih kecil dari tahun sebelumnya.

Dikutip dari e-monev Pemprov NTB, realisasi keuangan dan fisik APBD NTB sebesar Rp5,778 triliun, sampai 16 Desember realisasi keuangannya baru 81,66 persen. Sedangkan realisasi fisik baru 90,88 persen. Sampai 31 Desember, Pemprov menargetkan realisasi keuangan sebesar 96,70 persen dan realisasi fisik sebesar 100 persen.

APBD NTB 2018 terdiri dari belanja tidak langsung (BTL) sebesar Rp3,015 triliun dan belanja langsung (BL) sebesar Rp2,763 triliun. Realisasi BL sampai 16 Desember baru mencapai 72,35 persen baik keuangan dan fisik. Sedangkan realisasi BTL sebesar 90,19 persen.

Terdapat satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang serapannya masih merah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Dalam APBD 2018, BPBD mengelola anggaran sebesar Rp227,317 miliar. Realisasi keuangan sampai 20 Desember baru mencapai 9,93 persen dari target 80 persen. Sedangkan realisasi fisik sudah mencapai 70 persen dari target 100 persen. (nas)