Serapan Anggaran Rendah, Diduga Ada Administrasi Tidak Beres

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mencurigai merosotnya serapan keuangan dan fisik dalam pelaksanaan anggaran di triwulan ketiga disebabkan ada administrasi yang tidak beres di tingkat satuan kerja perangkat daerah. Hal ini akan ditelusuri sehingga jelas titik persoalannya.

“Seharusnya capaian fisik dan keuangan signifikan. Kalau masih rendah berarti ada administrasi yang tidak benar,” kata Mohan, Rabu, 4 Oktober 2017.

Iklan

Pada posturĀ  tahun 2017 senilai Rp 1.358.971.263.504. Untuk belanja tidak langsung senilai Rp 588,43 miliar. Sementara, belanja langsung Rp 770,54 miliar. Dari total belanja tidak langsung postur anggaran belanja pegawai Rp 532,58 miliar. Belanja non pegawai relatif lebih rendah senilai Rp 55,86 miliar.

Berbeda halnya pada postur belanja langsung, belanja pegawai lebih rendah dibandingkan non pegawai. Yaitu, 121,43 miliar untuk pegawai dan Rp 649,10 miliar non pegawai. Untuk belanja barang dan jasa Rp 338,84 miliar dan belanja modal Rp 310,27 miliar.

Progres serapan keuangan maupun fisik sejak triwulan pertama hingga ketiga merosot drastis. Sebagai gambaran, triwulan pertama target keuangan dan fisik 18 persen realisasi hanya 13,17 persen. Demikian pula ditriwulan kedua serapan hanya 25,14 persen dari target 36 persen. Sementara, pada triwulan ketiga realisasi baru 52,49 persen dari target 80 persen.

Mohan mengatakan, memasuki triwulan keempat ini setidaknya pekerjaan fisik itu sudah bisa dilihat hasilnya. Sebab, perencanaan program telah dirancang jauh hari sebelum anggaran diketok. Kalaupun SKPD masih berkutat pada urusan administrasi dipastikan ada masalah.

Permasalahan itu bisa dari internal maupun eksternal OPD. “Nanti saya cek. Seharusnya ada mapping yang jelas dipersiapkan sebelumnya,” ujar Wawali.

Rendahnya realisasi pada triwulan ketiga tidak ingin disamakan dengan trend kinerja yang melambat. Oleh karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah tidak mengerjakan proyek secara serabutan atau mengejar jam tayang pada akhir tahun. Yang nantinya akan menimbulkan permasalahan baru terkait kualitas proyek. (cem)