Serapan Anggaran Rendah, Dewan Sebut  SKPD Ibarat  Siswa Malas

Mataram (suarantb.com) – Sekretaris Komisi III DPRD NTB,  M. Hadi Sulthon, S.Sos menyebut SKPD yang serapan anggarannya rendah sampai pertengahan triwulan III 2016 ibarat siswa yang malas belajar. Mereka akan rajin belajar  hanya menjelang ujian sekolah.

“Iya, kalau kita rajin belajar kan bisa kita hadapi ujian. Kalau kita belajar semalam kan banyak lupanya. Banyak nggak terlaksanalah, banyak nggak efektif seperti ini,” kata Sulthon ketika dikonfirmasi suarantb.com, Senin, 8 Agustus 2016.

Iklan

Menurut Sulthon, seharusnya seluruh SKPD dapat mencapai target-target serapan anggaran sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur. Jangan sampai menjelang berakhirnya tahun anggaran, mereka melakukan kejar tayang. Menurut Politisi PAN ini jika program dikebut menjelnag berakhirnya tahun anggaran maka akan sangat berdampak terhadap tidak efektifnya realisasi program. Karena orientasi dari kerja seperti itu hanya pada penuntasan anggaran, tanpa diimbangi kualitas.

Sulthon menambahkan, program atau kegiatan yang dikebut menjelang akhir tahun anggaran merupakan kejadian yang berulang. Sehingga ini harus membutuhkan perhatian serius dari pemeirntah daerah. Pasalnya, hal itu berdampak luas, bukan saja anggaran yang tidak terserap, tetapi roda perekonomian juga terganggu.

“Dia sama saja dari tahun ke tahun anggaran ini. Nanti ngebut di triwulan terakhir. Itu menjadi kebiasaan buruk. Program-program nggak jalan, bagaimana mau jalan pengentasan kemiskinan dan sebagainya itu, nggak ada yang jalan,” tambahnya.

Ketika ditanya kenapa hal tersebut bisa terus berulang? Sulthon mengatakan hal itu sebagai  indikasi dari buruknya kinerja SKPD. Seharusnya SKPD mampu menafsirkan apa yang diinginkan oleh Gubernur dalam mengeksekusi program-programnya. Menurutnya, sehebat  apapun program-program yang telah disusun oleh pemerintah akan sia-sia jika tidak dikawal dengan baik.

Sebelumnya, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa (AP &LPBJP) Setda NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha menyebut penyerapan anggaran masih di bawah target karena SKPD dalam proses. Beberapa kendala penyerapan anggaran masih di bawah target karena  bulan puasa dan lebaran yang  dilanjutkan dengan kegiatan MTQ Nasional dimana NTB selaku tuan rumah tahun ini.

  Pilkada Bima, Hanura Beri Sinyal Usung IDP

Menurut Sulthon hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan. Karena tugas utama dari SKPD adalah merealisasikan program yang menjadi tanggung jawabnya. Ia juga berharap pada triwulan selanjutnya semua anggaran yang belum tersalurkan segera dieksekusi oleh SKPD.

“Jangan nanti numpuk semua di akhir. Ini yang saya lihat kebut semalam ini yang membuat program itu tidak efektif. Kalau memang tujuan kita untuk program-program pengentasan kemiskinan, bagaimana ini bisa jalan kalau serapannya seperti itu,” katanya.

Seperti diketahui, penyerapan anggaran hingga pertengahan triwulan III 2016, rata-rata masih di bawah 50 persen. Realisasi keuangan yang ditargetkan 58,87 persen baru terealisasi 45, 08 persen. Sementara realisasi fisik yang ditargetkan 60, 08 persen baru mencapai 48, 09 persen. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here