Serapan Anggaran Diskoperindag di Zona Merah

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Serapan anggaran pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa pada evaluasi terakhir APBD 2016 akhir Agustus lalu masih minim alias masih berada di zona merah. Untuk itu, realisasi fisik rehabilitasi dua pasar yang baru mencapai sekitar 40 persen kini tengah digenjot. Mengingat masa kontak berakhir November mendatang.

Seperti disebutkan Kepala Diskoperindag Sumbawa, Drs. Zainal Abidin, dua pasar yang sedang direhab tahun ini yakni, pasar Pernang Alas dan Pasar Labuan Sumbawa. Anggaran untuk rehab pasar pernang dari Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Koperasi dan UKM sekitar 550 Juta. Sedangkan pasar Labuan Sumbawa dari DAK Kementerian Perdagangan sebesar Rp 1,1 miliar. “Dua pasar inilah yang kira rehab tahun ini,” terangnya.

Iklan

Pengerjaan fisik untuk rehab baru sekitar 30-40 persen. Dengan realisasi anggarannya juga sekitar 30 persen. Masa kontrak selama tiga bulan, September-November. Pihaknya berharap rehab pasar ini segera rampung. Agar serapan anggaran secara umum di Diskoperindag bisa segera keluar dari zona merah atau bisa membaik. “Kita masih optimis rehab dua pasar ini bisa rampung tepat waktu pada dua bulan yang tersisa ini,” kata Zainal.

Untuk tahun depan, Diskoperindag mengusulkan rehab dua pasar lagi, yakni pasar Brang Bara dan pasar Langam. Yang dianggap cukup mendesak. Diupayakan penganggarannya dari DAK maupun TP Pusat. Pasar Langam selama ini cukup ramai, namun belum pernah direhab. Sehingga menjadi kebutuhan mendesak untuk dilakukan perbaikan. Sementara pasar Brang Bara, nantinya diharapkan bisa menampung beberapa pedagang sayur dan buah yang berjualan diatas bahu jalan pasar Seketeng. “Kalau nantinya pasar Brang Bara bisa kita rehab, maka sebagian pedagang di Pasar Seketeng bisa kita relokasi,”pungkasnya. (arn)