Serapan Anggaran di Sumbawa Masih Jauh dari target

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sejuah ini, serapan anggaran untuk proyek fisik 2016 baru 56 persen. Jauh dari target yang ditetapkan sekitar 70,91 persen. Hal ini mengingat ada sejumah proyek fisik yang belum dilelang.

Kabag Administrasi Pembangunan dan Perekonomian, Zulkifli, saat ditemui Suara NTB, Senin, 26 September 2016, hingga 31 Agustus 2016, secara umum realisasi penyerapan anggaran untuk fisik baru sekitar 56,38 persen dari target 70,91 persen. Kelemahannya memang ada realisasi di masing-masing SKPD.

Iklan

Sejumlah SKPD yang serapan anggaran fisiknya masih rendah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Pendidikan Nasional (Diknas).  Bila dibandingkan dengan SKPD lainnya. Hal ini dirasakan wajar, mengingat cukup banyak paket proyek di SKPD dimaksud, terutama di Dinas PU yang terkait infrastruktur. Apalagi dengan adanya tambahan paket DAK senilai Rp. 93 miliar yang tendernya sedang berproses. Untuk peningkatan jalan wilayah terisolir.

“Khusus untuk tambahan DAK PU dengan 7 paket proyek yang sekarang dalam proses tender dan dilaksanakan oleh Pokja,” terangnya.

Diketahui berdasarkan perencanaan umum di tiap SKPD, dari 105 paket proyek yang diproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) sesuai data Per 31 Agustus,  sebanyak 89 paket diantaranya yang telah menyelesaikan proses lelang. Dalam proses lelang 14 paket proyek. Kemudian satu paket proyek yang belum ada dokumen. Serta 1 paket proyek yang telah dikembalikan ke SKPD dalam proses revisi dokumen.  “Jadi tahun 2016 berdasarkan rencana umum itu ada 105 paket pengadaan yang dilelang melalui ULP dengan pagu Rp 209 miliar. Dengan rincian ada yang sudah selesai, sedang berproses, ada yang belum ada dokumennya. Yang belum ada dokumennya ini yang kira-kira menajdi potensi terlambat. Tentu kita sesuaikan dengan jenis pekerjaannya,” tambah Kepala LPSE Bagian APP Setda Sumbawa, Irfan ST, M.T. (arn)