Serapan Anggaran DAK Masih Rendah

Proyek Penataan Taman Wisata Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang mulai berjalan. Proyek ini bersumber dari DAK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Diharapkan, pekerjaan fisik bisa tuntas 100 persen sebelum 31 Desember. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Serapan anggaran dana alokasi khusus (DAK) di Kota Mataram masih rendah. Keterlambatan sistem pencairan serta refocusing anggaran jadi pemicu. Pekerjaan fisik dipercepat guna menggenjot serapan keuangan.

DAK yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ke Kota Mataram mencapai Rp110.797.806.000. Realisasi sampai 30 Agustus baru mencapai 32,80 persen atau sekitar Rp36,3 miliar lebih.

Iklan

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura dikonfirmasi pekan kemarin menjelaskan, rendahnya realisasi anggaran DAK disebabkan berbagai faktor. Di antaranya adalah, sistem aplikasi keuangan yang masih bermasalah sehingga terjadi keterlambatan pencairan, sehingga berpengaruh pada proses pekerjaan. Di samping itu, kebijakan pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah, sehingga tim anggaran pemerintah daerah merefocusing anggaran. “Refocusing anggaran sampai dua kali,” sebut Mahmuddin.

Disampaikan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sedang melakukan akselerasi program. Akselarasi ini tidak saja bersumber dari DAK, melainkan anggaran yang bersumber dari DAU. Percepatan pelaksanaan program di masing – masing OPD diharapkan pada bulan Oktober – November bisa mencapai target.

Mahmuddin berdalih, pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK rata – rata terkontrak sebelum 31 Agustus. “Tidak ada DAK yang dikembalikan,” katanya. Dia mendorong pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK harus tuntas sebelum 31 Desember mendatang. Keterlambatan memiliki konsekuensi pekerjaan diputus kontrak dan sisa anggaran dikembalikan ke pemerintah pusat.

Hal ini pun tidak diinginkan, sehingga OPD terkait diminta serius mengawal pekerjaan agar tidak terjadi keterlambatan. Fatalnya, apabila tidak tuntas pembiayaan akan ditanggung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah. “Kalau juga ada anggaran tersedia,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional