Serangkaian Bencana Alam Ancam NTB

Jpeg

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menyiagakan personel dan prasarana tanggap bencana, Jumat, 12 Mei 2017. Erupsi Gunung Rinjani, banjir, dan kekeringan diidentifikasi sebagai kerawanan bencana di NTB.

Wakapolda NTB, Kombes Pol Imam Margono mengatakan, bencana alam tidak dapat diprediksi. Kerawanan itu mengaruskan kesiapsiagaan berbagai pihak, terlebih kepolisian.

“Berbagai bencana alam yang terjadi di daerah NTB membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh personel Polri,” ujarnya di Lapangan Gajah Mada, Mapolda NTB. kesiagaan itu disinergikan dengan TNI, BPBD, Basarnas, Damkar, Disos, Tagana, TNGR, dan Satpol PP.

Sinergi itu dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang baik. Manakala terjadi bencana, pemangku kepentingan yang terkait saling membahu mendirikan pos-pos pengungsi dan dapur umum, sebagai bentuk tanggap bencana.

Ia menekankan, upaya kepolisian di lapangan saat terjadi bencana tidak boleh melupakan prinsip abdi negara yang mengayomi.

Psikologis masyarakat terdampak bencana dapat beragam sehingga memerlukan penanganan yang humanis. “Sehingga masyarakat benar-benar merasakan pertolongan,” tegasnya.

Hal penting lainnya, sambung Imam, kondisi pascabencana memungkinkan masyarakat untuk berpikiran singkat. Kebutuhan hidup yang menipis dapat mendorong seseorang berbuat pidana.

“Lakukan  tindakan hukum secara tegas terhadap para pelaku tindak pidana yang memanfaatkan situasi bencana,” jelasnya.

Bencana alam yang menghantui NTB, antara lain erupsi Gunung Rinjani, tanah longsor, banjir, dan kekeringan, sesuai hasil identifikasi geografis wilayah.

Kesiapan Polda NTB pada hari itu dilakukan dengan mengecek peralatan SAR, perahu karet, tali penolong, mobil ambulance dan tim kesehatan. (why)