Serahkan SK Pengangkatan, CPNS Diminta Mampu Angkat IPM NTB Menuju Papan Tengah

Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi menyerahkan SK pengangkatan CPNS secara simbolis di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Rabu (30/12) kemarin. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyerahkan SK pengangkatan 373 CPNS formasi 2019. Penyerahan SK pengangkatan 373 CPNS dilakukan secara simbolis oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Sekda meminta semua CPNS harus paham tentang NTB. Ia berharap ratusan CPNS tersebut mampu berkontribusi dalam mengangkat posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB menuju papan tengah.

‘’Human develoment index, IPM kita belum menggembirakan. IPM dibentuk oleh variabel pendidikan, kesehatan dan ekonomi,’’ kata Sekda.

Ia mengatakan, CPNS yang menjadi tenaga guru sangat menentukan dalam peningkatan IPM NTB. Ia mengaharapkan, guru dapat berperan dalam mendorong angka lama sekolah di NTB. Kemudian, ikut memberantas buta aksara.

‘’Ini adalah sebuah perjuangan dan ikhtiar untuk memajukan NTB lebih baik lagi ke depan,’’ katanya.

Kemudian, untuk CPNS tenaga kesehatan, Gita menyebutkan NTB menghadapi sejumlah masalah di bidang kesehatan. Seperti usia harapan hidup di NTB yang harus bisa ditingkatkan.

Selain itu, menggalakkan pola hidup bersih dan sehat,  mengatasi angka kematian bayi, stunting, program revitalisasi Posyandu. “Ini memerlukan sentuhan dan tanggungjawab, komitmen adik-adik tenaga kesehatan untuk berkontribusi memperbaiki kualitas dan derajat kesehatan di NTB,” ujarnya.

Gita mengatakan sebanyak 373 CPNS yang mendapatkan SK pengangkatan merupakan orang-orang terbaik. Karena telah bersaing dengan ribuan peserta lainnya ikut seleksi CPNS 2019.

“Kalau bukan yang terbaik maka tentu tidak akan lulus SKD dan SKB. Oleh karena itu, tunjukkan rasa bangga dan kepercayaan itu dengan bekerja sebaik-baiknya. Bila sekarang peringkat IPM kita berada di posisi 29. Maka ketika kami pensiun,  NTB berada pada posisi IPM kelas menengah,” harapnya.

Berdasarkan rilis BPS, IPM NTB masih bertahan di posisi 29 dari 34 provinsi di Indonesia. IPM NTB masih berada pada kategori capaian sedang. Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2020 mencapai 0,16 persen.

Laju pertumbuhan IPM NTB tahun ini merupakan yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  Laju pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 1,25 persen.

Laju pertumbuhan IPM NTB sejak tahun 2010 secara umum bernilai sekitar 1 persen. Namun pada tahun 2020 ini, menurun sangat signifikan hingga mencapai 0,16 persen.

Dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 66,51 tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 0,23 tahun dibandingkan tahun 2019. Sebagai representasi dari umur panjang dan hidup sehat, UHH Provinsi NTB di tahun 2020 telah mencapai 66,51 tahun.

Artinya, secara rata-rata bayi yang lahir di Provinsi NTB pada tahun 2020 memiliki harapan untuk hidup hingga berusia 66,51 tahun atau sekitar 66 tahun 6 bulan. Jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2010, UHH Provinsi NTB bertambah 2,69 tahun. Dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2019, terjadi peningkatan UHH sebesar 0,23 tahun.

Sementara, dari dimensi pendidikan digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. HLS Provinsi NTB di tahun 2020  mencapai 13,70 tahun, meningkat 0,22 tahun dibandingkan tahun 2019. Sedangkan RLS-nya sebesar 7,31 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,04 tahun dibanding tahun sebelumnya.

Berbeda dengan dua dimensi pembentuk IPM lainnya, dimensi pengetahuan dibentuk oleh dua komponen yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Penduduk di Provinsi NTB memiliki HLS selama 13,70 tahun atau setara dengan perguruan tinggi di semester 3.

Selama periode 2010 hingga 2020 telah terjadi peningkatan HLS yang membanggakan. Tercatat pada tahun 2010, penduduk NTB hanya memiliki harapan untuk mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMA dengan HLS bernilai 11,66 tahun. Laju pertumbuhan HLS di Provinsi NTB pada tahun 2020 adalah sebesar 1,63 persen dibandingkan tahun 2019.

Sinyal positif membaiknya kualitas pendidikan manusia NTB ditunjukkan oleh peningkatan indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Pada tahun 2010 RLS penduduk usia 25 tahun ke atas di Provinsi mencapai 5,73 tahun atau dapat dikatakan belum sampai tamat SD.

Terjadi peningkatan RLS mencapai 1,58 tahun selama periode 2010 hingga 2020. Pada tahun 2020 RLS Provinsi NTB adalah sebesar 7,31 tahun, artinya penduduk usia 25 tahun ke atas di NTB rata-rata telah menempuh pendidikan formal selama 7,31 tahun atau setingkat dengan jenjang Pendidikan SMP/sederajat kelas VII.

Nilai RLS tahun 2020 ini tumbuh sebesar 6 Indeks Pembangunan Manusia Provinsi NTB 2019 0,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan RLS ini melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,41 persen.

Sementara dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2020 sebesar Rp10,35 juta  per orang per tahun. Indikator ini menurun sebanyak Rp289 ribu dibandingkan tahun 2019.

Sementara itu, Kepala BKD NTB, Muhammad Nasir mengatakan sebanyak 373 CPNS yang mendapatkan SK pengangkatan, terdiri dari 222 tenaga guru, 72 tenaga kesehatan dan 79 tenaga teknis. Dalam penyerahan SK tersebut, kata Nasir, suluruh CPNS diarahkan agar dari awal memiliki rumah.

“Bank NTB Syariah punya program KPR bersubsidi. Supaya gajinya tak digunakan untuk konsumtif. Maka diberikan imbauan untuk mengambil kredit kepemilikan rumah,” ujarnya. (nas)