Sepuluh Sekolah di Lobar Jadi Contoh SPAB

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekdis Dikbud Haerudin saat menjadi narasumber pada sosialisasi tentang Satuan Pendidikan Ramah Anak. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengapresiasi  kegiatan program Yayasan Plan Internasional Indonesia yang menjadikan 10 sekolah di Lobar  sebagai contoh penyelenggaraan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)  di NTB.

Hal  tersebut disampaikannya ketika membuka Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 63 tahun 2020 tentang SPAB  dan Peraturan Bupati Nomor 24 tahun 2020 tentang Satuan Pendidikan Ramah Anak, di  Hotel Jayakarta, Selasa, 1 Desember 2020. Hadir juga, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar H. Haerudin, Project Koordinator Yayasan Plan International Maulina Utaminingsih dan fasilitator.

Menurutnya, dengan dijadikannya 10 sekolah ini menjadi proyek percontohan SPAB ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi sekolah yang lain. Bupati melihat acara ini sangat penting, mengingat hal ini untuk memastikan kesiapan suatu satuan pendidikan anak. Apalagi Lobar merupakan daerah yang sangat rentan terhadap bencana  baik itu gempa, angin puting beliung, longsor dan terlebih sekarang menghadapi bencana dunia yakni Covid-19.

“Menyangkut anak kita harus siap, baik itu mengenai pendidikan maupun psikologinya. Terkait psikologi kita tidak ingin anak-anak kita trauma terhadap bencana yang dialaminya dan menjadi kewajiban kita bersama agar mereka mampu mengatasi traumanya,” terangnya.

Project Koordinator Yayasan Plan International Maulina Utaminingsih menjelaskan 10 sekolah yang menjadi proyek percontohan SPAB ini ada di Kecamatan Batulayar, Labuapi, Gerung, Lingsar dan Gunung Sari. Program-program yang  dilaksanakan Yayasan Plan, paparnya, yaitu penyerahan paket sekolah, pelatihan fasilitator SPAB, baseline and endline untuk mengetahui perkembangan program, pelatihan kaum muda untuk mengurangi resiko bencana dan sosialisasi Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati. (her)