September, Kapal Listrik Turki Masuk Lombok

Mataram (Suara NTB) – PLN Wilayah NTB akan mendatangkan jenset raksasa milik Karpowership dari Turki untuk memperkuat cadangan daya listrik di provinsi ini. Rencananya, kapal listrik dari Turki ini akan datang pada September tahun 2017 ini.

Kapal listrik berkapasitas terpasang 120 Megawatt, dengan kontrak kerjasama dengan PLN untuk Lombok, akan dipasok daya sebesar 60 megawatt. Kapal jenset raksasa itu akan diparkirkan selama lima tahun di perairan komplek PLTU Jeranjang, Lombok Barat.

Iklan

“Kita melakukan antisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di NTB setiap tahun 100 megawatt. Pertumbuhan kebutuhan ini cukup tinggi. Karena itu harus diperbanyak pembangkit listrik, salah satunya dengan mendatangkan kapal listrik pada September tahun ini,” kata General Manajer PLN Wilayah NTB, Mukhtar.

Kendati saat ini cadangan daya masih tercukupi, gambaran umum PLN melayani Provinsi NTB terdiri atas tiga sistem kelistrikan. Yaitu sistem Lombok, sistem Sumbawa dan sistem Bima. Untuk sistem Lombok memiliki daya mampu pembangkit mencapai 260 Megawatt (MW) dengan beban puncak (penggunaan tertinggi) mencapai 220 MW, cadangan daya mencapai 40 MW (berubah-ubah setiap hari).

Sementara untuk sistem Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 40 MW, cadangan daya mencapai 10 MW. Sementara untuk sistem Bima memiliki daya mampu mencapai 47 MW dengan beban puncak mencapai 42 MW.

“Kalau dilihat kondisi sekarang, memang surplus. Tapi kita harus antisipasi kebutuhan Mandalika (KEK Mandalika), rasio elektrifikasi, pertumbuhan bisnis dan industri yang terus berkembang. Kita tidak ada pilihan selain memperkuat pembangkit,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian listrik dari Karpowership untuk lima titik distribusi. Yaitu Belawan, Ambon, Kupang Amurang, Sulut, dan terakhir Lombok. Kapal pembangkit listrik apung ini disewa oleh PLN selama jangka waktu lima tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik terutama di daerah-daerah yang memperlukan penguatan daya dalam waktu cepat.

Keunggulan pembangkit buatan Turki itu bisa beroperasi selama dengan dua bahan bakar yaitu jenis heavy fuel oil dan gas dan memiliki titik interkoneksi di sisi tegangan tinggi, 70 kV/150 kV. Pemerintah RI berkeinginan, dengan kapal pembangkit listrik alternatif ini program 35.000 megawatt di seluruh Indonesia, 500 megawatt di NTB dapat dipenuhi.

“Kita juga mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal listrik ini. Termasuk izin-izinnya,” demikian Mukhtar. (bul)