Sepi Dampak Pandemi, Tukang Parkir Bobol Dua Ruko

Kawanan pembobol toko di pusat pertokoan Sandubaya, Mataram digiring Tim Puma Polda NTB, Selasa, 29 September 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pendapatan Dani alias Dan (34) berkurang sejak pandemi Covid-19 merebak. Tukang parkir di Terminal Bertais, Sandubaya, Mataram ini beralih jadi otak pencurian. Setelah tiga ruko bobol, Dani baru dapat diringkus. Lengkap dengan luka tembak di kaki kirinya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menerangkan bahwa Dani berganti kawan dalam beraksi. “Setiap beraksi, dia dibantu dua orang,” ucapnya, Selasa, 29 September 2020 didampingi Wadirreskrimum Polda NTB AKBP Awan Hariono. Dani yang mukim di Karang Rundun, Bertais, Sandubaya, Mataram ini pertama kali beraksi pada 30 Agustus lalu pada petang hari. Sasarannya toko baju Market Jeans di Jalan Sandubaya. Dari rumah dia sudah menyiapkan linggis.

Iklan

Aktivitas Dani sebagai tukang parkir di Terminal Bertais membuatnya mudah memetakan sasaran. Satu cara yang dipakainya yakni merusak pintu toko. Dua temannya, Aril (22) dan Rozi (23) membantu mengemas sembilan potong pakaian dan uang tunai Rp1,5 juta. Belum genap seminggu, Dani beraksi lagi. Kali ini menyasar toko Star Toys yang tidak jauh dari TKP pertama. Untuk membobol toko mainan ini, Dani lagi-lagi mengajak Aril dan kawan baru, Junaidi (22).

Modal mereka hanya badan dan pakaian. Sementara barang yang diambil tiga unit piano elektrik dan mainan remote control. Tapi mainan itu jatuh di jalan karena mereka tidak bisa membawa banyak barang. Piano elektrik itu digadai satu unit seharga Rp2 juta di wilayah Kekeri, Gunungsari, Lombok Barat. “Hasilnya dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Karena pekerjaanya sebagai tukang parkir lagi sepi,” kata Artanto. Total kerugian yang diderita dua toko itu mencapai Rp34 juta. Masing-masing tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP yang ancaman hukumannya penjara paling lama tujuh tahun. (why)