Sepekan, Sekitar Lima Ribu Wisatawan Kunjungi Lawata

Suasana destinasi Pantai Lawata di Kota Bima, pada malam hari. Dispar Kota Bima mencatat, sekitar 5000 pengunjung datang ke pantai Lawata, setiap pekannya.(Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima mengklaim angka kunjungan wisatawan lokal ke destinasi pantai Lawata, mencapai 5.000 orang setiap pekan, selama Januari 2020 ini.

“Selama Januari ini, jumlah kunjungan ke pantai Lawata rata-rata seribuan orang perhari. Bisa mencapai lima ribu orang perminggu,” kata Plt. Kepala Dispar Kota Bima, Sunarti S. Sos kepada Suara NTB, Jumat, 31 Januari 2020.

Iklan

Lebih lanjut Sunarti mengatakan, meningkatkannya jumlah kunjungan wisatawan lokal yang berada dari Kabupaten dan Kota itu lantaran pantai Lawata kini dilengkapi fasilitas banana boat, jet ski dan flying fox. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu, kunjungan meningkat. Bahkan area Lawata jadi macet,” katanya.

Dari meningkatnya angka kunjungan tersebut lanjutnya, pendapatan yang diperoleh pun semakin meningkat. Dari awal hingga akhir Bulan Januari pendapatan yang diperoleh mencapai Rp67 juta. “Pendapatan ini berasal dari bayar karcis masuk dan biaya parkir. Ini baru sebulan ya,” ujarnya.

Khusus di pantai Lawata, Sunarti mengaku pihaknya menargetkan Pendapatan Asli Daerah Rp380 juta pertahun. Melihat animo masyarakat yang berkunjung, Ia optimis PAD bisa melampaui dua hingga tiga kali lipat. “Kalau pengunjungnya seperti ini terus. Empat atau lima tiga bulan kedepan target yang kita patok bisa terlampaui,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ia mengaku, pihaknya juga menargetkan jumlah kunjungan ke pantai Lawata mencapai 6 juta orang pada tahun 2020. Target wisatawan adalah masyarakat lokal. “Kita desain pantai Lawata memang khusus untuk paket wisata keluarga,” katanya.

Sunarti menambahkan, pantai Lawata juga akan terus diperbaiki kedepan. Bahkan pihaknya akan menjadikan Lawata sama seperti di Kawasan Tanjung Benoa, Bali karena memiliki kesamaaan geografis. “Kita akan membenahi Lawata dengan berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Kita ingin Lawata seperti Tanjung Benoa, Bali,” pungkasnya. (uki)