Sepekan PSBK Dicabut, Enam Warga Kota Bima Terpapar Covid-19

Ilustrasi Penyebaran Covid-19 (Pixabay)

Kota Bima (Suara NTB) – Peraturan Walikota (Perwali) Bima tentang Pembataasan Sosial Berskala Kelurahan (PSBK) dicabut pada tanggal 1 Juli 2020. Sepekan dicabutnya PSBK itu, enam warga Kota Bima yang dinyatakan positif Covid-19.

Warga Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba inisial Dz (26 Tahun), yang diketahui seorang karyawan (teller) salah satu bank dinyatakan terpapar Covid-19, Sabtu, 4 Juli 2020. Kemudian Selasa, 7 Juli 2020, lima orang juga dinyatakan positif Covid-19. Dengan demikian jumlah warga Kota Bima yang terpapar virus corona sebanyak enam orang. Saat ini mereka dirawat di ruang isolasi RSUD Bima dan Kota Bima.

Adanya lima warga Kota Bima yang terpapar Covid-19 tersebut juga diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, H. Azhari saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa malam, 7 Juli 2020. Ia menyarankan agar menanyakan lebih lanjut ke Tim Gugus Tugas Kota Bima.
“Ya benar. Kita ada terima keterangan resmi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, tapi untuk informasi lebih lanjut silakan konfirmasi ke Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima,” katanya.

Berdasarkan keterangan resmi Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, lima warga Kota Bima yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut masing-masing inisial Ch (20 tahun) warga Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba.

Pasien berjenis kelamin perempuan itu tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Namun ada indikasi riwayat kontak dengan Dz. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik.

Kemudian selanjutnya Vn, (24 Tahun) warga Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat. Pasien Vn dengan jenis kelamin perempuan ini tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik.

Selanjutnya Ar, (21 tahun), warga Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 inisial Dz. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima dengan kondisi baik.

Kemudian warga Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba inisial A, (86 tahun. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima dengan kondisi baik.

Terakhir pasien inisial Rk (25 tahun) warga Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima dengan kondisi baik. (uki)