Sepasang Suami Istri di Kayangan, KLU Diduga Bunuh Diri

Jenazah suami istri yang bunuh diri di KLU saat berada di Puskesmas Kayangan. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Sepasang suami istri ditemukan sudah meninggal dunia, Minggu malam, 5 Juli 2020. Korban S (25) dan istrinya, R (20), warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, sudah tidak bernyawa saat dijumpai oleh warga.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Anton Rama Putra, mengemukakan keduanya ditemukan tak bernyawa di dalam rumah korban. S diduga gantung diri, sementara R, istri korban, tergeletak di atas kasur dengan kondisi keluar busa dari mulut korban.

Iklan

“Pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2020 jam 19:30 wita telah ditemukan 2 (dua) orang mayat di antaranya korban atas nama S, ditemukan gantung diri di dalam rumah milik korban dengan menggunakan seutas tali nilon warna biru yang panjangnya sekitar 3 (tiga) meter. Korban kedua istri dari korban pertama, ditemukan meninggal di atas ranjang tempat tidur rumahnya dengan mulut mengeluarkan busa,” papar Anton, Senin, 6 Juli 2020.

Kronologi ditemukannya kedua korban tak bernyawa tersebut, ujarnya, bermula dari laporan 3 orang saksi, yakni Amaq Nursaidi (60), Sahar (50) dan Adi Julfiandi (24). Ketiganya berasal dari dusun yang sama dan merupakan tetangga korban.

Berdasarkan pengakuan Amaq Nursaidi, pada Minggu malam pukul 19.30 Wita, ia hendak bertamu ke rumah korban. Ia kemudian melihat sandal korban berada di teras rumah. Saksi pun memanggil korban, namun tidak terdengar sahutan.

Selanjutnya, saksi pergi ke rumah orang tua korban dan memberitahukan situasi tersebut. Bersama orang tua korban, saksi kembali ke rumah korban. Setibanya, korban dipanggil namun tidak ada jawaban.

“Saksi 3 (Julfiandi) mendobrak pintu rumah korban dan melihat korban saudara S tergantung di dalam rumah dengan menggunakan tali nilon yang panjangnya sekitar 3 meter,” sambungnya.

  Kapal Pesiar Malaysia Tenggelam di Bima

Anton mengatakan, ketiga saksi mengevakuasi korban yang tergantung pada seutas tali, dan memotong talinya dengan sabit. Jenazah korban lalu dibaringkan di lantai sembari menunggu aparat.

Ketiganya kemudian melaporkan kejadian itu pada Kepolisian Sektor Kayangan dan diteruskan ke Polres Lombok Utara. Kedua korban lantas dievakuasi oleh anggota Polsek Kayangan beserta warga sekitar dan dibawa ke Puskesmas Kayangan oleh 2 (dua) unit mobil ambulans Puskesmas Santong dan ambulan Desa Sesait.

Dari peristiwa itu, kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 buah tali nilon warna biru sepanjang 3 meter, 1 buah tas warna biru, 1 buah sabit, dan satu unit handphone merk Huawei milik korban.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, selanjutnya korban dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here