Sepanjang 2021, Bencana Alam Rusak 5.460 Rumah Warga dan 29 Jembatan di NTB

Bencana alam yang mengakibatkan kerusakan rumah warga di NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mencatat bencana alam yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sepanjang 2021, sejak 1 Januari hingga 30 November sebanyak 112 kejadian. Bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan 5.460 rumah warga dan 29 jembatan di NTB.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., di Mataram, Jumat, 3 Desember 2021 mengatakan dari 112 kejadian, bencana yang paling sering terjadi yaitu bencana banjir dan banjir bandang dengan 66 kejadian. Kemudian tanah longsor 19 kejadian, angin puting beliung 14 kejadian, banjir rob 4 kejadian dan bencana kekeringan di 9 Kabupaten/Kota.

Iklan

Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah yang paling sering dilanda bencana selama periode Januari dengan 18 kejadian. Menyusul Kabupaten Bima 12 kejadian, Lombok Tengah 11 kejadian, Lombok Timur 9 kejadian, Kota Bima 15 kejadian, Kabupaten Dompu 16 kejadian, Kabupaten Lombok Barat 9 kejadian, Kota Mataram 4 kejadian dan Kabupaten Lombok Utara 2 kejadian bencana.

“Dari kejadian bencana tersebut mengakibatkan 123.222 Jiwa terdampak, 5 orang luka-luka dan 4 meninggal dunia serta mengakibatkan 5.460 rumah rusak,” sebut Sahdan.

Sebanyak 5.460 rumah warga yang rusak dengan rincian 590 rusak berat, 1.013 rusak sedang, dan 3.857 rusak ringan. Selain itu, kata Sahdan, kejadian tersebut juga berdampak terhadap 73 fasilitas. Antara lain 44 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas peribadatan, 29 jembatan, 16 titik ruas jalan, dan 3 titik tanggul.

“Sampai saat ini sebanyak 4 wilayah telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung tahun 2021,” kata Sahdan.

Selain bencana alam, mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini juga menyebutkan NTB juga dilanda bencana non alam pandemi Covid-19. Sampai 30 November 2021, total jumlah pasien terpapar Covid-19 di NTB sebanyak 27.749 orang. Dengan perincian 26.706 orang sudah sembuh, 910 orang meninggal dunia, 133 orang konfirmasi masih isolasi, 291 kasus suspek masih isolasi, 1.865 kontak erat masih karantina dan 82 Pelaku Perjalanan masih karantina. (nas)

Advertisement