Sepanjang 2020, PLN NTB Tambah SUTM Sepanjang 288,9 KMS untuk Melistriki 1,58 Juta Pelanggan

Ilustrasi

Mataram (Suara NTB) -Upaya untuk melistriki seluruh pelosok negeri terus dilakukan oleh PLN Unit Induk Wilayah NTB. Tercatat di tahun 2020, sepanjang 2,40 kms Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT), 288,90 kms Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), 102,68 kms Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dan 239 buah Gardu Distribusi dibangun oleh PLN.

“Listrik di saat ini, setelah masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru, listrik adalah kebutuhan primer semua orang. Seluruh aktifitas 80% dilakukan di rumah. Jadi, kami terus berupaya untuk membangun jaringan agar masyarakat dapat menikmati listrik,” ujar Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB.

Iklan

Di tahun 2019, panjang SUTM adalah 6.363,63 kms, SUTR 7.335,61 kms dan jumlah gardu distribusi sebanyak 5.794 buah, Dan di tahun 2020, aset PLN tersebut bertambah yaitu untuk SUTM menjadi 6.652,52 kms, SUTR sepanjang 7.335,61 kms dan gardu distribusi 6.033 buah.

Selain penambahan aset transmisi dan jaringan, PLN NTB juga mengoperasikan pembangkit dengan total kapasitas 284,662 MW untuk sistem kelistrikan Lombok dan 154,8 MW untuk sistem kelistrikan Sumbawa di tahun 2020. Pada sistem Lombok, beban puncak tertinggi di tahun 2020 terjadi pada tanggal 19 November 2020, yaitu sebesar 265,531 MW. Sedangkan untuk sistem Sumbawa, terjadi pada tanggal 12 November 2020, yaitu sebesar 116,5 MW.

“Meski sempat mengalami penurunan beban di awal pandemi, yang diakibatkan menurunnya tingkat aktifitas masyarakat karena berkegiatan di rumah, namun saat ini beban sudah berangsur normal. Tentu ini sinyal bagus yang menandakan ekonomi sudah mulai tumbuh,” jelas Lasiran.
Di tahun 2021, PLN NTB telah merencanakan pembangunan jaringan baru untuk melayani pasang baru pelanggan dan juga tambah daya. Selain itu, perencanaan jaringan baru juga dilaksankaan bertahap di beberapa lokasi yang belum memiliki akses listrik. Melalui program listrik pedesaan, PLN juga terus berupaya untuk melistriki beberapa dusun yang saat ini belum mendapat suplai listrik dari PLN.

“Tantangan utama selain pandemi Covid-19, adalah akses jalan menuju ke lokasi. Karena lokasinya terpecil, jadi kami sulit untuk melakukan pengangkutan tiang, kabel dan peralatan lainnya. Oleh sebab itu, dukungan dari stakeholder pastinya akan sangat kami perlukan,” ujar Lasiran.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2020, PLN NTB juga mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 12,69%, yakni sebesar 1.950,13 GWh (Gigawatt Hour) di tahun 2019 dan meningkat menjadi 2.197,63 GWh pada tahun 2020. Selain itu, jumlah pelanggan juga tumbuh sebesar 5,74%, yaitu 1.500.164 di tahun 2019 dan di tahun 2020 meningkat menjadi 1.586.289 pelanggan.(bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional