Sepanjang 2019, 13 Warga Dompu Tewas akibat Rabies

Ilustrasi serangan anjing gila. (Skeeze/Pixabay)

Dompu (Suara NTB) – Kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Dompu, hingga akhir tahun 2019 tercatat sebanyak 2000 lebih. Dari angka tersebut, 13 orang korban meninggal dunia dan sisanya dalam proses pengobatan.

Sementara, di awal tahun ini, tingkat gigitan sudah cenderung menurun. Namun hal itu tidak lantas menghentikan upaya vaksinasi dan eliminasi yang akan difokuskan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan).

Iklan

Kadisnakeswan Dompu, Ir. Zainal Arifin, M. Si., kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 6 Januari 2020 menegaskan, pihaknya masih akan tetap menfokuskan vaksinasi dan eliminasi HPR di tahun 2020.

“Meskipun kasusnya menurun kita akan tetap fokus untuk vaksinasi dan eliminasi, termasuk KIE juga tetap kita kedepankan,” ungkapnya.

Intensitas gigitan terus mengalami penurunan, menurut dia, karena sebagian besar HPR sudah diikat oleh para pemilik lahan untuk menjaga tanaman jagung mereka dari serangan babi hutan. Meski demikian, ancaman masih tetap ada terutama bagi yang memeliharanya itu sendiri.

Vaksinasi dan eliminasi yang akan digencarkan, lanjut dia, bahkan kini mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat. Ditandai dengan penyediaan khusus vaksin dan racun eliminasi untuk menekan wabah rabies di Pulau Sumbawa.

“Cuma memang ini yang kita butuhkan pengertian mereka yang punya anjing. Karena pengalaman selama ini mereka ini lebih baik hilang nyawa daripada anjing, apalagi sekarang masuk musim tanam. Inilah yang menjadi tantangan kedepan,” jelasnya.

Menghapus status KLB di Dompu, menurut Zainal Arifin, tak begitu sulit ketika semua elemen turut berpartisipasi atau mendukung upaya pencegahan yang dilakukan. Namun pekerjaan beratnya ialah menghapus wabah rabies itu sendiri dari Pulau Sumbawa.

“Wabah ini yang susah dihilangkan. Lama-lama pasti pemerintah pusat juga akan konsen dengan kegiatannya sendiri, sementara nanti rabies ini jadi tanggungan daerah. Itu jadi masalah untuk jangka panjang,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional