Seorang WNA Asal Italia Diamankan Petugas Imigrasi Mataram

Mataram (suarantb.com) – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Italia diamankan Petugas Imigrasi kelas I Mataram. WNA berinisial GM (53) diamankan lantaran tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian yang sah.

Penangkapan dilakukan petugas imigrasi di salah satu kafe yang berlokasi di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Jumat, 19 Agustus 2016.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, R. Agung Wibowo, mengatakan penangkapan WNA tersebut bermula ketika petugas melakukan razia orang asing di kawasan wisata Senggigi.

“Kami melakukan pemeriksaan pada sebuah restoran. Di sana kami menemukan yang bersangkutan tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian,” ujar Agung di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Mataram telah menerjunkan dua tim untuk melakukan penangkapan. Tim pertama gagal untuk berkomunikasi dengan GM dikarenakan belum menggunakan seragam. WNA asal Italia tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 22.30 Wita ketika petugas imigrasi langsung dipimpin oleh Agung Wibowo.

 2 (1)

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, R. Agung Wibowo (suarantb.com/szr)

“Kami langsung membawa yang bersangkutan ke Kantor Imigrasi kelas I Mataram, karena atas dasar amanah undang-undang, setiap warga negara asing yang tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasiannya maka yang bersangkutan dapat dibawa,” terang Agung.

Dalam proses penangkapan, petugas tidak mendapat perlawanan. WNA asal Italia tersebut langsung dibawa ke kantor imigrasi dan dilakukan interogasi. Selesai diinterogasi, WNA tersebut kemudian ditahan di kantor Imigrasi Mataram. Sementara hingga saat ini petugas imigrasi belum mengetahui tujuan kedatangan WNA tersebut.

“Karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dokumen keimigrasiannya. Maka kami belum bisa memastikan yang bersangkutan menggunakan izin tinggal apa. Jadi masih menunggu proses pemeriksaan yang berlanjut,” ungkapnya.

Agung mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada pengelola penginapan yang ada di NTB untuk wajib melaporkan 1×24 jam setiap WNA yang menginap.

Mengenai sanksi, WNA asal Italia tersebut diancam dengan pasal 71 jo pasal 116 undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 25 juta. (szr)