Seorang Warga Tertembak di Lingkup Kantor Pemkab Lobar

Ilustrasi (Senjata Api)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga bernama Bagus Wicaksono (19) asal BTN Korem Desa Perampuan Kecamatan Labuapi terkena peluru nyasar di sekitar lingkungan perkantoran Pemkab Lobar, Selasa  29 Januari 2019  pukul 19.30 Wita. Korban yang saat itu kebetulan berada di lokasi yang sedang dilakukan pembubaran balap liar. Pada saat pembubaran balapan yang dilakukan oknum yang tak dikenal, korban tertembak peluru di bagian punggung tembus hingga tangan. Kasus ini pun tengah didalami oleh Polres Lobar.

Awal mula informasi ini diperoleh dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram sekitar pukul 20.30 Wita, jika ada korban diduga terkena peluru nyasar yang sedang dirawat di Rumah Sakit Kota Mataram. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak rumah sakit tersebut, Polres Lobar dipimpin Wakapolres dan Kasat Intelkam beserta anggota langsung mengecek korban ke Rumah Sakit Kota Mataram dan pada saat dicek korban masih dalam ruang Instalasi Bedah menjalani operasi.

Iklan

Selanjutnya pihaknya melakukan pulbaket  dengan minta keterangan terhadap pihak orang tua korban. Dari pihak orang tua korban menjelaskan sekitar pukul 17.30 Wita, korban izin dengan dua temannya menggunakan 2 sepeda motor ke bengkel yang ada di Desa Perampuan, akan tetapi bengkel sudah tutup. Setelah itu, korban pergi  jalan-jalan ke arah Gerung tepatnya di  Taman Kota.

Setelah tiba di taman kota, korban sempat berhenti di pinggir jalan, karena ada pembubaran balap liar. Saat hendak balik, korban kena pukul sama orang yang tidak dikenal yang menggunakan baju preman dan pada saat bersamaan korban mendengar bunyi ledakan seperti suara letusan dari senjata api. Tiba-tiba teman dari korban melihat darah keluar dari badan korban. Setelah kejadian itu, korban langsung pulang memberitahukan orangtuanya. Orang tuanya langsung membawa korban ke rumah sakit.

Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi membenarkan adanya dugaan korban terkena tembakan tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi kejadian ini sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah itu, pihaknya pun langsung ke Rumah Sakit Kota Mataram mengecek kebenarannya. “Diduga korban terkena peluru, pada saat pembubaran balap liar,” jelas dia.

Pihaknya langsung melakukan pengecekan apakah ada anggota melakukan pembubaran. Setelah dicek ternyata tidak ada pembubaran oleh anggota. Pihaknya sejauh ini belum tahu siapa yang melakukan pembubaran. Pihaknya juga belum tahu jenis senjata yang digunakan. Kasus ini jelas dia tengah melakukan pendalaman terhadap kasus ini. (her)