Seorang Polisi Kembali Jadi Korban Pembobolan ATM BRI

Mataram (suarantb.com) – Seorang anggota polisi, Bripka Eko Suseno diduga menjadi korban pembobolan rekening BRI miliknya. Siang tadi, Rabu, 26 Oktober 2016, saat menyaksikan pihak BRI melaporkan kasus dugaan pembobolan ATM pada Polres Mataram, tiba-tiba muncul SMS banking pada ponselnya yang mengatakan telah terjadi transaksi keuangan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan.

“Barusan ada sms banking di ponsel saya. Saat saya buka ternyata ada penarikan tidak jelas. Padahal saya di kantor. Sekitar Rp 680.000 uang remun (remunerasi) baru masuk kemarin,” ungkapnya.

Iklan

Eko mengatakan, transaksi terakhir dilakukan di ATM Rembiga sekitar dua minggu lalu. “Saldo awal saya Rp 1.800.000, karena saya kan cuma uang kantor aja, selain itu saya masukkan ke rekening istri,” tuturnya.

Korban pagi tadi langsung melaporkan masalah tersebut pada pihak BRI. Kasus tersebut menambah panjang jumlah korban kehilangan uang pada rekeningnya secara misterius. Hingga saat ini telah terdata sebanyak 230 nasabah yang menjadi korban dugaan pembobolan ATM BRI Cabang Mataram.

Sebelumnya, Bagian Hukum BRI Kanwil Denpasar, Wibisana mengatakan siap menerima setiap pengaduan maupun komplain dari nasabah. Pihak BRI Pusat menurutnya akan menyelidiki jumlah korban beserta kerugian masing-masing korban.

“Yang jelas kita siap menerima segala komplain nasabah. BRI Pusat akan menyelidiki jumlah korban, apakah betul nasabah menjadi korban skimming. Jika betul maka akan kita gantikan uangnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pimpinan BRI Kantor Cabang Mataram, Jaya Hardana menganjurkan pada seluruh nasabah BRI di Mataram untuk segera mengganti pin kartu ATM miliknya. Hal tersebut untuk mengantisipasi jumlah korban terus bertambah. (szr)