Seorang Kakek Ditemukan Tewas Terjerat di Pohon Turi

Warga Dusun Kebun Talo Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, Senin,  29 April 2019.

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Kebun Talo Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, Senin,  29 April 2019. Mayat yang hanya mengunakan celana dalam itu ditemukan sekitar pukul 06.30 wita oleh seorang warga setempat. Saat ditemukan, posisi mayat itu duduk dengan leher yang terjerat ikat pingang yang terikat di pohon turi. Wargapun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut kepada pihak kepolisian.

“Awalnya ada yang bilang mayat digorok, tapi setelah dilihat mayat tergantung. Ditemukan sama inaq-inaq yang mau ngencing,” ujar Nurdin salah seorang warga setempat. Pihak kepolisian sendiri menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 7.30 wita. Pihaknyapun langsung melakukan evakuasi dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum luar.

Iklan

“Mayat laki-laki berumur sekita 60 tahun dalam keadaan hanya memakai celana dalam, identitasnya belum diketahui,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono saat ditemui di Makopolres Lobar.

Sejauh ini dari hasil visum luar ditemukan adanya beberapa luka ditubuh korban. Berupa luka lecet yang di paha, dada, pergelangan tangan, lengan dan dibagian kaki. Pihaknya pun belum berani menyimpulkan mayat itu korban dari dugaan pembunuhan atau gantung diri. Sebab untuk memastikan tersebut perlu dilakukan otopsi. Hanya saja belum diketahuinya identitas korban membuat pihak kepolisian belum bisa melakukannya. Mengingat otopsi harus sepertujuan dari pihak keluarga. Namun dari informasi korban berasal dari Bali.

“Kita belum tahu siapa keluarganya,  yang jelas kita masih mencari identitas korban,” sambungnya.

Pihaknyapun sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Disamping memintai sejumlah keterangan dari warga setempat.

Namun jika melihat dari kondisi mayat itu, terlalu jangal untuk disebut bunuh diri. Lantaran tidak ada bekas luka jeratan di leher korban, seperti orang gantung diri. Terlebih lagi posisi mayat yang hanya tergantung setegah meter dari tanah.

“Pendek sekali itu, kemungkinan janggal kalau bunuh diri,” pungkasnya.

Pihaknyapun terus mendalami kasus tersebut.  (her)