Seorang Kakek Diduga Perkosa Anak SMP

Bima (Suara NTB) – Seorang kakek, Rdw (63), warga dusun Moti, Desa Soro, Kecamatan Lambu harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya pria yang berprofesi sebagai nelayan ini diduga memperkosa pelajar SMP inisial E (15), di kediamannya, Kamis (13/10) malam sekitar pukul 22.10 Wita.

Tidak terima dengan perlakuan tak senonoh tersebut, kerabat korban kemudian merusak rumah permanen 12 tiang miliknya, Jumat, 14 Oktober 2016 pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Iklan

Informasi yang dihimpun Suara NTB menyebutkan, kasus itu berawal saat pelaku meminta tolong pada korban untuk membelikan rokok di kios terdekat. Usai membelikan, pelaku bukannya berterima kasih, namun korban disuruh masuk ke dalam rumah.

Kemudian pelaku menutup pintu dan mengajak korban berhubungan badan. Ajakan itu ditolak oleh korban, namun tersangka memaksanya, dan bahkan mengancam akan membunuh jika korban menolak dan berteriak. Sehingga aksinya tersebut berhasil dilakukan.

Pada saat melakukan perbuatan amoral itu, rumah pelaku dalam keadaan kosong karena anggota keluarganya sedang berada di Kecamatan Wawo menghadiri hajatan keluarga. Setelah kejadian itu, korban pulang sambil menangis. Sampai di rumah merasa ketakutan, dan tidak menceritakan kejadian yang menimpanya kepada siapapun.

Orang tua korban curiga dan bertanya-tanya dengan kondisi korban, terutama banyak jejanggalan yang ditunjukkan korban yang lebih banyak mengurng diri di dalam kamar.

Curiga dengan sikap dan perilaku anaknya itu, orang tuanya pun langsung bertanya. Bukannya menjawab, korban meneteskan air mata kemudian menceritakan apa yang dialaminya. Usai mendengar ceritan anaknya itu, orang tua korban melaporkan kasus itu pada Polsek Lambu.

Keluarga korban yang lain spontan mendatangi rumah pelaku, namun tidak seorangpun ditemui. Kerabat korban lalu melampiaskan kemarahan dengan merusak dan membongkar rumah tersebut.

Kasat Reskrim melalui, KBO Satreskrim Polres Bima Kota, Ipda Hilmi Prayoga dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan adanya kasus pemerkosaan yang berujung tindakan anarkisme itu. Pihaknya telah mengamankan oknum pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan tersebut.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pelaku kita amankan di Mapolres,” katanya.

Selain itu pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban, dan meminta agar kasus itu dipercayakan sepenuhnya pada aparat berwajib. Pihaknya juga berharap kepada keluarga korban agar tidak melakukan tindakan anarkis yang justru menimbulkan masalah baru.

“Yang jelas kasus ini akan kita proses. Kami berharap keluarga bisa menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” pungkasnya. (uki)