Seorang Ibu Rumah Tangga Diduga Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Seorang ibu rumah tangga, SI (45 tahun) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Hal itu diketahui setelah tubuh korban, ditemukan oleh warga sedang bergelantungan pada seutas tali nilon sepanjang kurang lebih 2 meter.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Made Sukadana, SH., MH., kepada wartawan Rabu, 1 Desember 2021 mengungkapkan, lokasi korban gantung diri berada di Pantai Demung, Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung. IS yang belakangan diketahui merupakan warga Dusun Nyuh Bubut, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung itu, menggantung dengan tali nilon pada sebuah dahan pohon ketapang yang berada di pinggir pantai.

Iklan

“Dari hasil identifikasi Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Lombok Utara, ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Sukadana.

Kasatreskrim menjelaskan, kronologi ditemukannya IRT yang diduga bunuh diri itu, berawal dari warga (saksi) Raden Artadi. Nelayan 50 tahun asal Dusun Prawira itu mendapati korban dalam keadaan tergantung dan tidak bernyawa pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WITA.

Saat itu, Artadi ke Pantai Demung, tempat biasa beraktivitas menjaring ikan. Tak disangka, ia mendapati barang-barang milik korban, seperti sandal dan handphone. “Saat saksi melihat ke arah pantai, saksi melihat korban sudah bergantung dalam keadaan tidak bernyawa,” sambung Sukadana.

Dari hasil visum, Sukadana menyebutkan jika korban murni gantung diri. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang memungkinkan dilakukannya penyidikan lebih lanjut.

Lagi pula, sambung Kasat Reskrim, warga sekitar pantai menuturkan bahwa korban sering terlihat oleh warga di persawahan sekitar dusun tersebut. Korban yang juga petani, sering didapati mengambil jerami untuk pakan ternak milik korban. “Menurut keterangan keluarga korban, korban depresi karena terlilit utang,” tambahnya.

Sesaat setelah dievakuasi, keluarga korban tiba di TKP untuk menjemput jenazah korban. Pihak keluarga menerima kejadian itu dengan ikhlas serta menolak dilakukan otopsi. (ari)

Advertisement