Seorang Buruh Nelayan di Ampenan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Mataram (suarantb.com) – Seorang pemuda di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Mataram, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu, 9 November 2016. Hal tersebut disampaikan Kasubag Humas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa.

Pemuda yang diketahui bernama Ripawan alias Pawan (15) berprofesi sebagai buruh nelayan. Korban pertama kali diketahui oleh tetangganya yang saat itu melintas di rumah korban.

Iklan

“Korban ditemukan oleh Inaq Sahmah sekitar pukul 06.18 Wita, saat melintas di depan pintu rumah korban. Saksi kemudian histeris dan meminta tolong pada warga. Seketika warga kemudian berkumpul,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Mataram.

Korban ditemukan dalam posisi tergantung di atas sebuah kursi. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut kemudian menghubungi pihak kepolisian. Anggota Polsek Ampenan kemudian hadir di TKP. Kemudian membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

“Selanjutnya korban yang tergantung diidentifikasi oleh Anggota Polres Mataram dan Puskesmas Ampenan. Setelah olah TKP, selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara,” jelasnya.

Menurut Arnawa, berdasarkan info awal, korban sempat berobat tiga bulan lalu ke Puskesmas Ampenan. Korban mengeluhkan sering mengalami halusinasi atau depresi dengan bentuk melihat mahluk-mahluk halus di sekitarnya.

“Itu sumbernya dari perawat di Puskesmas yang pernah menangani korban saat berobat. Korban mengatakan dirinya sering mengalami halusinasi dengan melihat mahluk-mahluk halus di sekitarnya,” ungkapnya. (szr)

  Begini Penilaian Bappenas Soal Capaian Kinerja dan Tantangan Pembangunan di NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here