Senpi Rakitan Meletus, Seorang Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Praya (Suara NTB) – Seorang warga Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), KE (50), Jumat, 3 November 2017 malam harus dilarikan ke RSUD Praya. Setelah kaki kanannya tertembus peluru yang diduga berasal dari senjata api (senpi) rakitan yang tiba-tiba meletus saat dibersihkan.

Aparat Polres Loteng saat ini tengah mendalami kasus tersebut, terutama terkait kepemilikan senpi rakitan.

Iklan

“Kasusnya masih kita dalami. Bagaimana kejadiannya termasuk perihal kepemilikan senpi rakitan tersebut,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK., melalui Kasat Reskrim AKP Rafles Girsang, SIK., Minggu, 5 November 2017.

Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, kejadian meletusnya senpi rakitan berlangsung Jumat malam. Saat ini korban sedang membersihkan senpi rakitan. Namun ketika membersihkan di bagian pelatuk, senpi rakitan tersebut tiba-tiba meledak.

Hingga mengenai bagian paha kanan korban. Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membawa korban ke rumah sakit. Lantaran darah terus mengalih sesaat setelah kejadian berlangsung.

“Informasi terakhir, korban sudah berada di rumahnya setelah diperkenankan pulang oleh pihak rumah sakit,” sebut Rafles.

Perihal kepemilikan senpi rakitan tersebut, ujar Rafles, korban sejauh ini membantah itu miliknya. Tetapi milik orang lain yang saat ini tengah dipinjamkan kepada dirinya. Pun demikian, pihak kepolisian masih akan terus melakukan penyelidikan guna memastikan siapa pemilik senpi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Praya Barat Daya, Iptu Made Wirawan, yang dikonfirmasi terpisah mengaku kesulitan mengembangkan kasus tersebut. Selain tidak adanya saksi selain korban, keluarga korban juga terkesan tertutup. Sehingga seperti apa persis kejadianya belum bisa diketahui.

“Tapi yang jelas, personel sudah kita terjunkan. Untuk mengembangkan kasus ini,” pungkas Wirawan. (kir)