Senin, Pasar Ternak Masbagik Kembali Dibuka

Suasana Penyemprotan Pasar Ternak Masbagik menggunakan cairan Disinfektan, Jumat pagi kemarin.

Selong (Suara NTB) – Setelah dua bulan lamanya, akhirnya, Pasar Ternak Masbagik siap kembali dibuka. Sesuai instruksi Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, pembukaan pasar ternak terbesar di NTB ini mulai pada Senin, 15 Juni 2020.

Jumat, 12 Juni 2020, jajaran Disnakeswan Lotim ini menggelar kegiatan bersih-bersih pasar Ternak Masbagik. Dilakukan Sterilisasi pasar dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. “Kita melakukan desinfeksi pasar ternak,” penjelasan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, drh. Achsan Nasirul Huda.

Iklan
Spanduk berisi Standar Operasional Prosedur (SOP) selama pandemi Covid layanan di Pasar Ternak Masbagik

Karena alasan masih di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), semua yang beraktivitas pasar di ternak diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. “Pengguna pasar ternak harus menaati protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Sebelum masuk pasar, ada petugas kesehatan yang disiagakan untuk melakukan pengukuran suhu tubuh. Wajib menggunakan masker, sering cuci tangan, dan selama melakukan transaksi wajib jaga jarak minimal 1-2 meter.

Kepada para pengguna pasar ternak ini diharapkan dapat memahami semua ketentuan protokol kesehatan. Intinya, kata drh. Achsan, pemerintah akan berusaha dalam memberikan pelayanan di pasar ternak untuk melaksanakan protokol kesehatan dan memberi pemahaman kepada masyarakat yang bertransaksi di pasar untuk mengikuti ketentuan tersebut.

Achsan menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi dibukanya pasar ternak ini juga protokol yang diberlakukan melalui 10 UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ada. Tidak itu saja, sosialisasi juga dilakukan melalui Persatuan pedagang Peternak Hewan Nasional Indonesia (PPHANI) Lombok Timur serta Asosiasi Jagal.

Sebelum terjadinya pandemi, pasar ternak yang pernah dua kali meraih penghargaan nasional berupa Penghargaan Pengelola Pasar Terbaik ini memiliki volume transaksi hingga 6.000 ekor untuk semua jenis hewan ternak dalam kurun waktu satu bulan. Pasar ini juga memiliki fasilitas lengkap seperti timbangan ternak digital, loss pasar/ gang way, juga running text yang memberikan berbagai informasi penting.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan (PUP) Disnakeswan, Drh. Surya wahyudi menambahkan, sebelum ada keputusan pembukaan, pihaknya terus berupaya melakukan sterilisasi pasar. Semua fasilitas pasar ternak, los-los pasar dan komplek. Karena itu, semua pengguna layanan pasar ini harus benar-benar memperhatikan kesehatan supaya tidak terjadi penularan virus corona saat transaksi jual beli ternak di Pasar Ternak Masbagik.

Setelah dibuka pada 15 Juni ini, pasar ternak akan beroperasi seperti sedia kala. Berlaku selama tiga kali dalam sepekan, Senin, Rabu, dan Jumat. “Waktu operasional ini dapat ditinjau kembali setelah dilakukan evaluasi,” katanya. (rus)