Sengketa Pilkada Sumbawa dan Lombok Tengah, Polda NTB Siapkan Pengamanan Sidang MK

Artanto. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Operasi Mantap Praja pengamanan Pilkada Serentak 2020 belum berakhir. Personel pengamanan bakal disibukkan dengan pengamanan sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada Serentak 2020. Hasil Pilkada Bupati/Wakil Bupati Sumbawa dan Lombok Tengah diajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

“Terkait sidang MK, sudah ada rencana pengamanannya. Ada anggota khusus saat persidangan,” ujar Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto ditemui Rabu, 6 Januari 2021. Konsep pengamanannya tetap sama. Personel yang dikerahkan maksimal. Khususnya di titik basis pendukung pasangan calon yang terkait dengan sengketa di MK. Juga kantor KPUD yang dalam sengketa menjadi pihak terkait.

“Kita tidak boleh underestimate. Pengamanan harus maksimal. Setiap informasi intelijen kita jadikan pertimbangan,” tegas Artanto. Dia mengimbau simpatisan, pendukung, tim pemenangan, maupun pasangan calon yang terkait sengketa agar dapat menahan diri. Upaya permohonan sengketa melalui MK sudah tepat sehingga tidak perlu lagi ada upaya lain di luar jalur hukum. Apalagi sampai mengerahkan massa.

“Tentunya langkah di MK itu sudah konstitusional. Apapun hasilnya nanti diharapkan semua pihak menerima sehingga dapat mendukung upaya menjaga kondusivitas daerah,” tandasnya. Berdasarkan dokumen yang dihimpun dari laman mkri.id, pada Pilkada Sumbawa, pasangan calon Syarafuddin Jarot-Mokhlis mengajukan permohonan pembatalan keputusan KPUD Sumbawa tentang penetapan perolehan suara Pilkada Sumbawa tahun 2020, tertanggal 17 Desember 2020. Permohonan itu diajukan melalui kuasa hukum Sirra Prayuna tertanggal 23 Desember 2020.

Dalam keputusan tersebut, KPUD Sumbawa menetapkan perolehan suara Jarot-Mokhlis sebesar 68.801 suara sehingga mendapat peringkat dua. Sementara di peringkat pertama diduduki pasangan Mahmud Abdullah-Dewi Noviany dengan perolehan 69.683 suara. Sirra menyatakan, terdapat selisih 882 suara atau 0,4 persen sehingga menjadi dasar hukum pihaknya mengajukan sengketa PHPU.

Dalam petitumnya, Jarot-Mokhlis memohon hakim MK memerintahkan KPUD Sumbawa untuk menggelar pemungutan suara ulang di TPS 11 Kelurahan Bugis, TPS 1 dan TPS 2 Kelurahan Seketeng, dan 21 TPS se-kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Kemudian memohon pemilihan ulang atau pemungutan suara ulang di TPS 1, 2, dan 3 Desa Sukamulya; TPS 1, 2, 3, dan 4 Desa Sekokat; TPS 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Desa Suka Damai, Kecamatan Labangka. Di 11 TPS Desa Juran Alas, Kecamatan Alas; TPS 1 dan 2 Desa Labuhan Ijuk, Kecamatan Moyo Hilir; 6 TPS Desa Bantu Lanteh, Kecamatan Tarano; masing-masing 5 TPS fi Desa Jotang dan Desa Ongko, Kecamatan Empang; serta 6 TPS di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang.

Sementara pada Pilkada Lombok Tengah, pasangan calon Masrun-Habib Ziadi mengajukan permohonan pembatalan  keputusan KPUD Lombok Tengah tentang penetapan perolehan suara Pilkada Sumbawa tahun 2020, tertanggal 17 Desember 2020. Permohonan itu diajukan melalui kuasa hukum Husni Tamrin tertanggal 23 Desember 2020.

Husni, dalam dokumen permohonannya, menilai adanya pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif. Dampaknya, terdapat selisih suara Masrun-Habib Ziadi di peringkat kedua dengan 155.391 suara, dan dengan Pathul Bahri-Nursiah di peringkat pertama dengan 199.299 suara. Selisihnya yakni sebesar 43.908 suara.

Dugaan keterlibatan perangkat daerah melalui program pendamping PKH di 12 kecamatan, bantuan BPNT di 12 kecamatan, dugaan pengerahan perangkat pemerintahan di 12 kecamatan, dugaan pengerahan kepala SDN dan SMPN di 12 kecamatan, serta pengerahan bantuan amil zakat dan pengobatan gratis. Dalam petitumnya, Masrun-Habib memohon pembatalan Keputusan KPUD Lombok Tengah yang menyatakan pasangan Pathul-Nursiah di peringkat pertama. Kemudian menyatakan pasangan Masrun-Habib mendapatkan 174.549 suara dan Pathul-Nursiah 155.391 suara sehingga Masrun-Habib sebagai Calon Bupati/Wakil Bupati Lombok terpilih dengan perolehan suara terbanyak. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here