Sengketa Lahan Sirkuit Mandalika, Luas Lahan Klaim Bisa Berubah

Awan Hariono. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lahan klaim di area Sirkuit Mandalika diverifikasi. Tim khusus mengevaluasi dokumen lahan di Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah tersebut. Setelah sebelumnya mengecek fisik 13 bidang tanah di tiga titik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) PT ITDC. “Verifikasi ini untuk lahan yang diklaim masyarakat. Sekarang sedang dievaluasi dokumen-dokumennya,” ucap Ketua Satgas Teknis dan Taktis Penyelesaian Lahan KEK Mandalika Kombes Pol Awan Hariono, Kamis, 16 September 2021.

Lahan klaim masyarakat ini berada di HPL 22, HPL 48, dan HPL 88. Pengecekan fisik lahan sebelumnya dengan menentukan koordinat sesuai dengan batas lahan menurut dokumen yang dimiliki masyarakat. “Yang pasti luasannya bisa berubah karena dasar awalnya pakai sporadik. Kemudian kita uji koordinatnya. Luasnya bisa berkurang, bisa bertambah nanti kita lihat hasil evaluasinya,” sebut Kabid Propam Polda NTB ini.

Iklan

Lahan klaim masyarakat di HPL 22 Dusun Ebunut, Desa Kuta antara lain Lahan Amaq Wati/Damar seluas 2,5 are; lahan Gunatif alias Amaq Rinasih seluas 33 are; Amaq Maje alias Amaq Ikim seluas 20 are. Kemudian lahan H Milaya alias Amaq Duati seluas 18 are; lahan Amaq Karnim alias Karni seluas 33 are; lahan Damar seluas 11,5 are; lahan Abdul Latif alias Amaq Riasi seluas 11,5 are; lahan H. Wirentane alias Tuan Rus seluas 22 are; lahan Amaq Milis seluas 20 are; dan lahan Abdul Latif seluas 2,5 are.

Sementara di HPL 48 Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, penentuan koordinatnya terhadap lahan dikuasai Rumpuk alias Jaka seluas 40 are. Lahan ini merupakan tanah waris dari orang tua atas nama Ahyar alias Rumpuk dengan Sporadik tahun 2018 dan SPPT 2020. Lahan Adi alias Rahib seluas 55 are, lahan Lalu Abdul Kadir Jaelani seluas 16 are yang merupakan peninggalan dari orang tua atas nama Baharudin dengan bukti kepemilikan Sporadik tahun 2015 dan SPPT. Di lahan itu berdiri satu unit rumah permanen.

“Verifikasi ini belum selesai. yang dari masyarakat dikumpulkan datanya, dari ITDC juga. Setelah terkumpul semua, lalu disandingkan. Apakah itu tanah masyarakat atau tanah ITDC,” tandas Awan. (why)

Advertisement