Senggigi Sound Sensation Dipadukan Kesenian Lokal

Para tamu menikmati Senggigi Sound Sensation yang memadukan kesenian lokal.

Giri menang (suara NTB) – Senggigi Sound Sensation (SSS) sesi ke-4 kali ini akan menjadi seri terakhir dengan format live streaming yang berfokus pada penampilan musik dipadu beberapa kesenian tari lokal. Untuk selanjutnya, event ini akan bertransformasi dengan lebih mengedepankan pendekatan seni budaya lokal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar), H. Saepul Akhkam sesaat sebelum kick off SSS4 yang bertempat di Basilico Rest Kila Senggigi Beach Lombok, Minggu, 11 Oktober 2020. “Kita akan melakukan perubahan-perubahan dengan lebih mengedepankan pendekatan seni budaya lokal kita untuk menjadi materi promosi dari hastag besar kita #AyoKembaliKeSenggigi yang sekaligus kita harapkan menjadi citra besar kita untuk promosi pariwisata Kabupaten Lombok Barat,” ujar Akhkam.

Walaupun venue sempat diguyur hujan, namun syahdunya lantunan lagu “Biru Senggigi” dari kang Ary Juliyant seperti mampu menghangatkan suasana di tengah cuaca basah pesisir Senggigi. Selain Ary Juliyant, SSS4 juga menampilkan home band dari Kila Senggigi Beach Lombok yakni David n Friends. Salah satu yang spesial dari SSS kali ini adalah penampilan Tari Peresean dari Sanggar Budaya Lombok besutan Muhaemi yakni seniman lokal asal Sesela Gunungsari Lombok Barat. Bagi Emi sapaan akrabnya, event seperti ini tentu sangat membantu dalam mengkampanyekan keadaan Lobar saat ini.

“Tentu bagus sekali, selain untuk mengkampanyekan keadaan daerah kita yang sudah aman untuk dikunjungi, dengan live streaming seperti ini juga bisa mempromosikan budaya-budaya kita seperti peresean dan hasil tenun lokal ini,” tuturnya.

Selain tari peresean, SSS4 juga menghadirkan parade busana tenun lokal dari butik lokal Lobar Bale Inges. Busana-busana tersebut diperagakan oleh staf Dispar Lobar. Terkait penampilan dua budaya lokal tersebut, Akhkam menyebutnya sebagai transisi menuju format selanjutnya. “Memang ini kita tampilkan, karena event ini nantinya akan menuju ke sana, yakni menampilkan sekaligus mempromosikan kebudayaan lokal melalui live streaming,” ungkap bapak lima anak ini.

Di akhir kesempatan, Akhkam kemudian menyampaikan rasa terima kasih atas semua pihak yang mendukung event SSS ini sedari awal. “Dalam perjalanannya selama empat episode ini luar biasa dukungan-dukungan yang sudah diberikan oleh Polres Lobar dan Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH). Untuk itu kami juga atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pariwisata Lombok Barat mengucapkan terimakasih kepada seluruh sponsor yang telah memberikan kontribusinya kepada Senggigi Sound Sensation dalam rangka menggaungkan terus #AyoKembaliKeSenggigi,” ungkapnya.

Selanjutnya rasa terimakasih juga ia sampaikan kepada semua pihak akomodasi yang telah mendukung terlaksananya SSS4 ini. Baginya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata yang harus dijaga dalam memajukan pariwisata Lobar. Ia juga menmenyampaikan terima kasih khusus kepada Montana Premier Senggigi, Kila Senggigi Beach Lombok, Aruna Senggigi Resort and Conventions, The Jayakarta Resort and Spa Lombok, Holliday Resort Lombok, Pusat Oleh-oleh Pradje, New Surya Pub and Karaoke, Metrozone Lombok, The Paragon, Bale Inges, serta kepada technical partner, dalam hal ini Q-Line dan Raptcha event.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh talent yang terlibat di dalam kegiatan Senggigi Soundsetion ini baik home band yang berasal dari seluruh cafe yang terlibat maupun hotel. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para DJ dan para model yang juga terlibat di dalam acara ini. Tidak kalah juga besarnya terimakasih kami dari Dinas Pariwisata kepada seluruh komunitas Senggigi dan juga masyarakat Senggigi yang telah ikut merelai seluruh kegiatan Senggigi Sound Sensation sehingga bisa mendapatkan viewer lebih dari 1000 di setiap serinya,” lanjutnya.

Akhkam berharap ke depannya jalinan kerja sama tetap solid terjalin di dalam format promosi dengan lebih mengedepankan pendekatan protokol Covid-19 dengan live streaming dan juga mengisinya dengan konten-konten adat istiadat, tradisi, budaya, dan seni yang berkembang di Kabupaten Lombok Barat. Di tempat yang sama General Manager Kila Senggigi Beach Lombok Bambang Suponco menyampaikan sedikit tanggapan mengenai keadaan pariwisata di masa pandemi sekarang ini, khususnya di kawasan Senggigi. “Memang sekarang pariwisata sudah mulai menggeliat tapi memang pasarnya masih untuk yang lokal. Jadi domestik masih belum karena situasi Covid-19 ini yang belum 100 persen pulih,” tutur Bambang.

Ia juga menyampaikan harapannya terkait efek positif yang nantinya bisa dicapai setelah adanya SSS ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, jadi kita memperkenalkan kepada masyarakat yang ada di Mataram dan Lombok Barat khususnya biar lebih tahu lagi bagaimana hotel, yang sebelumnya mereka awam artinya meskipun mereka sudah tahu tapi belum stay di hotel-hotel disekitar Senggigi ini. Tapi sekarang mereka sudah mulai stay di hotel-hotel yang ada disekitar Senggigi ini,” pungkasnya. (her)