Semua Unggul, Tak Ada Sekolah Favorit di Mataram

0
H.Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Mataram, masih menyisakan pekerjaan rumah. Sekolah yang dianggap favorit selalu dipenuhi pendaftar. Hal ini berdampak terhadap tidak meratanya penyebaran peserta didik.

Harus dipahami, bahwa semua sekolah di Mataram unggul, tidak ada yang favorit. Potensi kegaduhan perlu diantisipasi. Orangtua tidak boleh memaksakan anak sekolah di luar zonasi.

IKLAN

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali ingin memastikan bahwa, setiap anak wajib sekolah dan mendapatkan sekolah. Kepastian ini sudah dikoordinasikan dengan berbagai elemen, yakni kepala sekolah, komite sekolah, kepala lingkungan, dan lurah. Dalam proses penerimaan peserta didik baru telah diterbitkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sesuai yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Jadwal dan mekanismenya harus tersampaikan,” kata Fatwir dikonfirmasi Kamis, 12 Mei 2022.

Jalur PPDB tahun ajaran 2022 – 2023 yakni sesuai zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan. Persentase jalur zonasi dan prestasi paling tinggi dibandingkan jalur afirmasi maupun perpindahan yang hanya disediakan jatah lima persen.

Fatwir mengakui, masalah yang dihadapi adalah membagi zonasi di satu daerah yang memiliki banyak sekolah. Hal ini sering menjadi kekacauan dan kegaduhan, sehingga perlu diatur lingkungan sampai tingkat rukun tetangga. “Jangan sampai ada pertanyaan serius dari orangtua yang mengatakan di mana anaknya mendapatkan sekolah,” ujarnya.

Disebutkan, tiga sekolah negeri di Jalan Pejanggik yakni SMPN 15, SMPN 2, dan SMPN 1 Mataram selalu menjadi incaran orangtua untuk menyekolahkan anak mereka. Hal ini yang harus diatur, sehingga jelas lingkungan mana yang bisa masuk ke tiga sekolah tersebut. Secara zonasi Kelurahan Dasan Agung, Gomong, dan Monjok Barat dan sebagian lingkungan di Mataram Barat juga masuk zonasi. Pengaturan ini diharapkan supaya tidak ada masalah. Pun terjadi kekurangan siswa maka akan ditambah melalui jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan.

Disdik meminta sekolah lebih tegas dan tidak serta merta menerima anak. Perlu juga mempertimbangkan aspek lokasi rumah siswa dan lain sebagainya. Jangan sampai kata Fatwir terjadi penumpukan di satu sekolah, sehingga tidak terjadi pemerataan siswa. Selama ini, orangtua mengarahkan anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah favorit. Ia menegaskan, orangtua harus memahami bahwa tidak ada sekolah favorit atau unggulan. “Semua sekolah di Mataram unggul. Saya akan berusaha menyiapkan sarana-prasarana agar tidak ada sekolah tertentu dikategorikan favorit,” demikian kata Fatwir. (cem)

IKLAN