Semua SMA, SMK dan SLB di KSB Masuk Sekolah

Hamdon. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kegiatan belajar tatap muka terbatas di sekokah SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tetap terlaksana. Menurut pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud NTB setempat, seluruh sekolah yang berada di wilayah KSB telah memenuhi syarat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung di tengah pandemi virus corona saat ini.

“Sudah kita cek semuanya. Dan seluruh sekolah menyatakan kesiapannya dalam menjalankan KBM tatap muka terbatas dengan mengikuti protokol Covid-19,” terang kepala KCD Dikbud NTB KSB, Hamdon, Kamis, 7 Januari 2021.

Ia menjelaskan, persiapan menghadapi KBM tatap muka terbatas dengan protokol Covid-19 sudah sejak awal diarahkan kepada sekolah-sekolah. Karenanya memasuki semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai sejak tanggal 4 Januari lalu. Seluruh sekolah SMA, SMK dan SLB di KSB dapat langsung menjalankannya. “Pada semester sebelumnya (ganjil) sekolah-sekolah kita sudah mulai kok belajar tatap muka terbatas dalam kelas,” klaimnya.

Meski dari sisi persyaratan dan kesiapan tiap sekolah telah memenuhinya. Hamdon  menyatakan, pihaknya tidak lepas tangan dan terus melakukan pengawasan serta evaluasi. Setiap pekan KCD Dikbud NTB melakukan evaluasi terhadap aktivitas belajar tiap sekolah guna memastikan protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah diterapkan secara ketat. “Saya hampir tiap hari mengontrol sekolah. Minimal menelpon kepala sekolahnya soal kondisi kegiatan mereka sehari-hari,” bebernya.

Tidak saja mengontrol sekolah, Hamdon juga mengaku rutin berkoordinasi dengan Stagas Covid-19 kabupaten. Tujuannya meminta informasi terkini seputar perkembangan kasus infeksi virus tersebut, terutama mencari data kemungkinan adanya siswa atau keluarga siswa yang terpapar.

“Data (kasus positif Covid) itu penting bagi kami. Sehingga kalau ada siswa yang terdeteksi positif atau keluarganya. Kami bisa segera mengarahkan sekolah segera melarang siswa bersangkutan tidak masuk sekolah dan menjalankan karantina,” beber Hamdon.

Sementara itu ditanya mengenai efektifitas KBM tatap muka selama ini, mantan kepala SMA Jereweh inu mengaku, tentu tidak bisa memenuhi ekspetasi pembelajaran secara nornal sebelum pandemi Covid-19 melanda. Namun ia meyakini metode pembelajaran secara terbatas seperti sekarang ini adalah cara terbaik agar siswa dapat terus belajar dan tidak ketinggalan materi pelajaran. (bug)