Semua Kecamatan di Lobar Zona Merah

Ilustrasi Zona Merah Covid-19 (Building Design Construction)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Lombok Barat (Lobar) terpapar Covid-19 terus meningkat tajam. Hingga Jumat, 29 Mei 2020, warga yang positif mencapai 121 orang. Jumlah pasien belum sembuh paling tinggi sebanyak 80 orang dan yang sudah sembuh 48 orang. Penambahan pasien positif ini berasal dari daerah Lembar yang sebelumnya zona hijau.

Dengan adanya pasien positif dari Lembar ini mengakibatkan semua kecamatan di Lobar zona merah. Dari ratusan pasien positif ini didominasi oleh beberapa klaster, yakni Gowa dan transmisi lokal. Pemda Lobar berupaya melokalisir penularan transmisi lokal dengan melakukan pelacakan kontak.

Iklan

“Total pasien positif di Lobar 121 orang. Semua kedatangan zona merah. Karena Lembar ada satu positif,” terang Kadis Kesehatan Lobar, Hj Made Ambaryati, Jumat, 29 Mei 2020. Diakui Ambar, penularan transmisi lokal Lombok Barat terbilang tinggi, menyusul banyaknya warga terkena positif covid-19 tanpa riwayat kontak dengan pasien dari klaster lain. Termasuk klaster para tenaga kesehatan (nakes) yang terjangkit. Ada juga klaster lain yang memicu penularan yakni PLTU Jeranjang. Klaster lain yang tinggi penularannya adalah dari Gowa dan Temboro.

“Tinggi penularan transmisi lokal ini. Selain klaster yang sudah ada seperti Gowa dan Temboro,” katanya. Dijelaskan, klaster Gowa tertinggi namun sejak awal penanganan sudah hampir selesai. Kemudian muncul  nakes positif covid-19. Pihaknya akan melakukan penyelidikan kenapa bisa para nakes tertular. Pihaknya meminta kepala ruangan bagian Instalasi ibu dan anak untuk menyelidikinya bagaimana terjadi penularan, karena mereka tidak berada di ruang isolasi. Apakah para nakes ini bekerja di swasta atau bekerja di tempat lain lagi.

Menurutnya klaster di Lobar sejauh ini campuran. Ada dari yang sudah ada dan ada dari pasar serta tanpa kontak. Termasuk transmisi lokal tergolong tinggi. Karena itu pihak Pemda dibantu aparat akan meningkatkan upaya pencegahan. Seperti di pasar, akan dibuat posko. Sebelum pedagang masuk pasar dan pembeli yang ke pasar harus menggunakan masker.

Berdasarkan data, enam orang tambahan positif covid-19 di Lobar pada Rabu, 27 Mei 2020 masing-masing pasien 542 insial K dari Desa Midang kecamatan Gunungsari. Pasien nomor 543 insial FM dari Desa Bug-bug kecamatan Lingsar. Pasien nomor 545 insial SA dari baru mekar kecamatan Lingsar. Pasien 547 insial Ah dari Dasan Baru kecamatan Kediri, pasien diketahui kontak dengan pasien nomor 445. Pasien nomor 561 insial Tn.H dari Desa Bug-buh, dan pasien nomor 562 insial Ny H dari Bug-bug. Kebanyakan pasien positif ini tidak punya riwayat kontak dengan pasien Positif.

Pada Kamis, 28 Mei 2020, terdapat tambahan tujuh pasien positif. Di antaranya, pasien 563 insial tn BB. Pasien nomor 565 Tn B asal desa Kuripan, pasien nomor 566 Tn AFI desa taman Sari kecamatan Gunungsari, pasien nomor 571 Tn N asal langko kecamatan Lingsar, nomor 586 insial MFB asal Sandik kecamatan Batulayar, pasien nomor 587 inisial B Desa Kedaro kecamatan sekotong dan Pasien nomor 590 Ny. S asal Dasan Baru kecamatan Kediri.

Selain warga dewasa, banyak juga anak dan balita terpapar Covid-19. Apakah mereka tertular dari nakes positif? Pihaknya akan melakukan pelacakan. Kebanyakan kata dia, balita yang positif memiliki penyakit pneumonia. “Kasus pneumonia kita banyak,” ujar dia. Sejauh ini ada tujuh balita dan anak yang terkena positif covid-19. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional