Sempat Diwarnai Mati Lampu, STQ di KLU Tetap Lancar

Tanjung (Suara NTB) – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi NTB ke 24 untuk cabang Hifzil Qur’an memasuki hari ketiga, sekaligus hari terakhir, Rabu (16/11). Setiap harinya, cabang ini menampilkan masing-masing 7 orang untuk peserta 1 Jus dan 7 peserta untuk 5 juz. Dengan seluruh peserta mendapat giliran tampil, maka cabang ini akan siap ditentukan pemenangnya melalui Pleno Dewan Hakim, Kamis, 17 November 2016.

Penanggungjawab Cabang Tahfiz, arena 2 Gedung Serbaguna, M. Masrur, S.Pd.I., kepada Suara NTB, memastikan hari ketiga adalah hari terakhir peserta di arena 2 unjuk kebolehan menghapal Al Qur’an. Dari anak-anak hingga peserta dewasa, seluruh peserta dari 10 Kabupaten/kota sudah dijatah tampil di hadapan para juri.

Iklan

“Total peserta ada 14 orang per hari, terdiri dari 7 orang Tahfiz 1 Jus dan 7 orang untuk 5 juz. Sistem penilaian menggunakan sistem gugur. Hasilnya sebenarnya sudah bisa dilihat hari ini, karena sistemnya online, tapi Dewan Hakim baru melakukan Pleno Pemenang pada hari Kamis,” ungkap Masrur.

Adapun jumlah pemenang sendiri sambung dia, sangat bergantung dari kesiapan anggaran Panitia Pemprov NTB. Dipastikan, juara pada cabang ini akan dipilih Juara 1 sampai Juara 3, dan Juara Harapan. Untuk juara harapan, setidaknya disiapkan Juara Harapan 1 dan Juara Harapan 2, namun ia juga berharap juara harapan bisa sampai juara harapan 4. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya kelompok anak-anak.

Selama proses pelaksanaan kegiatan 3 hari tersebut, jelas Masrur, panitia dan dewan hakim tidak mengalami hambatan kecuali mati lampu. Tepatnya hari kedua, listrik PLN sempat padam untuk 20 menit lamanya. Usai menjalankan sholat zuhur, panitia tidak bisa langsung melanjutlan acara sehingga agenda tertunda. Akibatnya, waktu selesai juga molor hingga pukul 14.30 wita.

  Tunggu SK PAW Mendagri Turun, Sudiartawan Digantikan Mamiq Alex

“Untuk diketahui, satu peserta pada hari kedua mengalami sakit, sehingga kita tunda untuk tampil pada hari ketiga. Dari seluruh peserta, total ada 3 kabupaten yang tidak mengirimkan peserta untuk 1 jus dan 5 jus,” ujarnya.

Pantauan koran ini di arena 2, seluruh peserta berusaha tampil maksimal. Sejak pagi, panitia mendahulukan peserta Tahfiz 1 jus, disusul Tahfiz 5 juz. Mengacu pada metode lomba, sudah ditentukan panitia. Yaitu, peserta mengambil soal sendiri dan diserahkan ke Dewan Hakim. Masing-masing kriteria penilaian dinilai oleh 2 orang juri. Tampilan peserta yang dinilai meliputi, Tajwid, Fasohah, Tahfiz, serta Suara dan Lagu.

Peserta sendiri hanya diperkenankan membawa AlQur’an bagi lomba Tilawah (Musabaqah), sedangkan peserta Tahfis dilarang. Untuk peserta 1 Juz, diberikan 3 pertanyaan berupa menyambung kalimat salah satu Ayat Al Qur’an. Sedangkam peserta 5 Juz, diberikan 4 sampai 5 pertanyaan dengan metode yang sama.

“Untuk peserta KLU sendiri berusaha tampil maksimal, mengikuti 1 juz dan 5 juz. Dari data yang ditampilkan Dewan Hakim, terlihat ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Kita mungkinkan peserta tuan rumah, bisa masul 5 besar,” demikian Masrur optimis. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here