Sempat Diwarnai Adu Jotos dan Lempar Kursi, PPP Bima Putuskan Dukung IDP

Muhammad Akri. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – DPC PPP Kabupaten Bima akhirnya memutuskan arah dukungannya pada Pilkada serentak 2020 kepada kandidat petahana bakal calon Bupati, Indah Dhamayanti Putri (IDP). Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) DPC PPP Kabupaten Bima, pekan kemarin.

Kepastian arah dukungan PPP di Pilkada Bima itu disampaikan langsung oleh Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri yang dikonfirmasi Minggu, 23 Februari 2020, saat ditemui di kediaman pribadinya. Akri menyampaikan PPP mantap mendukung IDP.

Iklan

“Ya hasil Mukercab DPC PPP Bima kemarin itu diputuskan mendukung Indah, calon petahana. Kebetulan saya juga ikut hadir dalam Mukercab itu dari pengurus wilayah,” ujarnya.

Menurut Akri, bahwa keputusan dukungan kepada IDP tersebut tentu sudah dipertimbangkan segala aspeknya oleh DPC PPP Bima, sehingga bisa lahir keputusan tersebut. Salah satunya ada hasil survei.

“Di PPP itu kita percayakan kepada DPC untuk memutuskan arah dukungannya masing-masing. Karena sistem kami usulan itu berasal dari bawah. Sekarang tinggal kita menungu hasil Mukercab itu disampaikan ke DPW untuk kita sampaikan ke DPP,” ujarnya.

Lanjut disampaikan oleh Ketua Fraksi PPP di DPRD Provinsi NTB itu, bahwa sebelum PPP memutuskan arah dukungannya melalui forum Mukercab. Terlebih dahulu partainya memberikan kesempatan kepada para kandidat untuk menyampaikan visi-misinya. Semua kandidat yang sudah mendaftar akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

“Sebelum Mukerwil itu ada fit and propertest kepada calon. Kita berikan kesempatan mereka memaparkan visi misinya, karana itu juga jadi item penilaian kami selain hasil survei elektabilitas,” jelasnya.

Namun demikian diketahui pada saat proses penyampaian visi-misi para kandidat itu, sempat diwarnai dengan kericuhan di tempat proses fit and proper test. Bahkan sejumlah orang dikabarkan sempat sampai adu jotos dan saling lempar kursi.

Akri yang dikonfirmasi terkait dengan insiden itu tak menampiknya. Ia membenarkan bahwa proses fit and proper test sempat diwarnai dengan ketegangan. Akan tetapi, insiden yang terjadi itu tidak ada hubungannya dengan proses internal PPP.

“Ya kemarin memang ada kejadian itu, kebetulan saya juga ada di lokasi. Kejadiannya itu terjadi antar pendukung para kandidat yang ikut menyaksikan proses Fit And Propertest. Tapi kejadiannya itu setelah selesai acara, antar pendukung, tidak ada kaitannya dengan partai, hanya saja itu terjadi di lokasi acara kita,” jelasnya. (ndi)